Tugu Nanas Menolak? Desa Pangkul Bersedia Jadi Lokasi Exit Tol

  • Bagikan
Foto : Kepala Desa Pangkul, Jakaria mengaku siap jika desanya dijakan lokasi exit tol.

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.co – Penolakan rencana pembongkaran Tugu Nanas oleh warga Kelurahan Tebing Tanah Putih, Kecamatan Prabumulih Barat, mendapat tanggapan langsung dari Wali Kota Prabumulih, H Arlan.

Orang nomor satu di Prabumulih itu menegaskan bahwa pembongkaran Tugu Nanas merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk pelebaran jalan menuju Desa Karya Mulya (Unit 9) yang akan dijadikan akses keluar-masuk tol (exit tol).

Hal itu disampaikan Cak Arlan saat ditemui usai pelantikan PPPK di Stadion Talang Jimar, Senin (10/11/2025).

“Beberapa bulan lalu pihak tol sudah menghadap cak, dan cak ajukan bahwa Tugu Nanas itu akan menjadi akses keluar masuk ke jalan tol, dan juga desa Pangkul,” jelas Arlan.

Sementara itu, penolakan dari sebagian warga Tebing Tanah Putih justru mendapat respons berbeda dari Kepala Desa Pangkul, Jakaria.

Ia menegaskan bahwa pihaknya justru mendukung penuh rencana pemerintah terkait pengembangan akses jalan dan rencana exit tol tersebut.

“Dari dulu kita sudah minta hal itu, kita siap mendukung program pemerintah,” ujar Jakaria.

Lebih lanjut, Jakaria menambahkan bahwa keinginan Desa Pangkul menjadi lokasi exit tol sudah lama disuarakan dalam berbagai kesempatan.

“Memang sudah kito harapke dan sudah kita sampaikan di forum reses DPR, agar Desa Pangkul dijadikan lokasi exit tol,” tambahnya.

Rencana pembangunan akses tol dan pelebaran jalan ini kini menjadi perhatian publik, terutama setelah munculnya penolakan pembongkaran Tugu Nanas lama.

Pemerintah Kota Prabumulih memastikan akan terus melakukan komunikasi dengan warga guna mencari solusi terbaik bagi pengembangan wilayah dan kepentingan masyarakat luas.

  • Bagikan