Terkait Layanan, Komisi I Panggil Manajemen RS Bunda dan Keluarga Pasien

  • Bagikan
Foto : Komisi I DPRD Prabumulih Fasilitasi Mediasi RS AR Bunda dan Keluarga Pasien Almarhumah Al-Mira

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.co– Komisi I DPRD Kota Prabumulih memfasilitasi mediasi antara manajemen RS AR Bunda dan keluarga pasien almarhumah Al-Mira, Jumat (28/11/2025), di ruang mediasi gedung DPRD.

Pertemuan ini menjadi langkah awal memperbaiki komunikasi yang sempat terputus, sekaligus mencari kejelasan atas dugaan permasalahan pelayanan medis yang dilaporkan keluarga.

Direktur RS AR Bunda Prabumulih, dr. Harry Wahyudhy, Sp.Rad., MARS., mengapresiasi DPRD yang telah membuka ruang penyelesaian secara terbuka dan kekeluargaan, terutama kepada anggota Komisi I, Riza Ariansyah, selaku mediator.

“Alhamdulillah komunikasi kembali terjalin. Kami berharap hubungan baik ini terus terbangun agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar dr. Harry.

Dalam forum itu, pihak rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada ibu pasien, Sumarni (36).

“Kami turut berduka dan memohon maaf sedalam-dalamnya jika selama proses perawatan terdapat hal yang kurang berkenan,” tambahnya.

Menunggu Hasil Audit Dinas Kesehatan

Meski demikian, dr. Harry menegaskan bahwa RS AR Bunda tidak bisa membuat kesimpulan sepihak mengenai penyebab wafatnya pasien.

“Kami telah melakukan investigasi internal, namun tetap menunggu hasil audit eksternal dari Dinas Kesehatan untuk memastikan fakta medis secara objektif,” jelasnya.

DPRD Tegaskan Peran Sebagai Mediator

Anggota Komisi I DPRD Prabumulih, Riza Ariansyah, kembali menekankan bahwa tugas DPRD dalam kasus ini hanya sebatas jembatan komunikasi.

“Kami tidak masuk ke ranah medis. Penyebab dan kronologi medis secara resmi masih menunggu hasil investigasi Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan pada hari yang sama dijadwalkan mengambil laporan awal dari RS Bari Palembang dan hasil lengkap diperkirakan dalam beberapa hari ke depan.

Keluarga Minta Transparansi dan Kejelasan

Sumarni, ibu almarhumah, mengungkapkan bahwa keluarga sudah menyampaikan kronologi perawatan secara detail pada mediasi pertama, Januari lalu. Namun setelah itu mereka mengaku tidak menerima perkembangan informasi apapun.

“Tidak ada komunikasi lagi setelah mediasi tanggal 17 Januari. Kami hanya ingin kejelasan dan pertanggungjawaban jika memang ada kekurangan dalam pelayanan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga sangat berharap hasil investigasi dibuka secara transparan dan disampaikan langsung kepada mereka.

“Kami tidak ingin masalah ini menggantung. Rumah sakit tadi menyebut soal kemungkinan kelalaian, tapi kami menunggu bukti dan kesimpulan resmi,” tandasnya.

Langkah Awal Perbaikan Pelayanan

Pertemuan ini ditutup dengan jabat tangan dan komitmen kedua pihak untuk menjaga komunikasi terbuka demi penyelesaian yang baik.

Riza berharap kasus ini menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Prabumulih.

“Mutu pelayanan harus terus ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” pungkasnya.

Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada rekan media yang konsisten mengawal persoalan tersebut hingga mendapat perhatian publik.

  • Bagikan