PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, S.KM., M.Si, merespons temuan kemasan roti dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mencantumkan informasi produk secara lengkap di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kota Prabumulih.
Djoko menegaskan Dinas Kesehatan segera mengecek produk tersebut. Tim juga akan menelusuri pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi penyedia maupun distributor makanan dalam program MBG.
“Kami akan menelusuri produk ini, mulai dari masa berlaku pada kemasan hingga proses distribusi makanan ke sekolah,” kata Djoko.
Ia menegaskan setiap makanan untuk pelajar harus memenuhi standar keamanan pangan. Produk harus memiliki label jelas, izin edar, serta informasi tanggal kedaluwarsa agar konsumen mengetahui kelayakan makanan.
Pengawasan Makanan di Sekolah
Dinas Kesehatan Kota Prabumulih juga memperketat pengawasan makanan di lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas serta keamanan pangan bagi siswa.
Program MBG bertujuan membantu pemenuhan gizi pelajar. Karena itu, pihak terkait harus menjaga kualitas makanan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Pantauan awak media pada Sabtu (7/3/2026) menunjukkan kemasan roti yang diterima siswa mulai mengalami perubahan. Beberapa roti kini sudah dilengkapi stiker kecil berisi tanggal kedaluwarsa.
Namun, kemasan masih menggunakan plastik bening sederhana. Produk tersebut juga belum mencantumkan nama produk, identitas produsen atau UMKM pembuat, komposisi bahan, maupun label halal seperti produk pangan pada umumnya.
SOP BGN Jadi Acuan
Temuan ini menjadi perhatian agar produk makanan untuk siswa ke depan memenuhi standar keamanan pangan secara lebih lengkap.
Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN) mengatur makanan dalam program MBG harus memenuhi standar keamanan sejak proses produksi, pengemasan hingga distribusi.
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menegaskan penerapan SOP penting untuk menjaga kualitas makanan bagi masyarakat.
“Penerapan SOP ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan keamanan pangan sekaligus memastikan kualitas makanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Forum Asta Cita Ikut Mengawal
Ketua Umum Pimpinan Nasional Forum Asta Cita Indonesia, Hasbi, S.Pd, mengajak pengurus dan anggota organisasi tersebut ikut mengawal pelaksanaan program MBG.
Ia menilai pengawasan bersama penting agar makanan untuk siswa benar-benar layak konsumsi dan memenuhi standar gizi Badan Gizi Nasional. Saat ini nilai paket MBG diperkirakan sekitar Rp10.000 per siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Hasbi berharap program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga mendorong ekonomi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta membuka lapangan kerja di daerah.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung program ini sebagai bagian dari 8 Asta Cita Presiden dan mendorong Kota Prabumulih menjalankan program MBG secara optimal.
Masyarakat yang menemukan masalah dalam pelaksanaan program MBG dapat melapor melalui Hotline SAGI 127, WhatsApp 0811-1000-8008, atau situs bgn.lapor.go.id.




