PWI PALI Gelar Workshop Jurnalistik, Bahas Optimalisasi Media Sosial untuk Jurnalis di Era Digital.

  • Bagikan
Workshop jurnalistik PWI Kabupaten PALI di PALI membahas media sosial, branding, dan peluang monetisasi bagi wartawan
Foto bersama usai Workshop jurnalistik PWI Kabupaten PALI di PALI membahas media sosial, branding, dan peluang monetisasi bagi wartawan.

PALI, TOPIKBERITA.CO — Transformasi dunia jurnalistik di era digital kembali menjadi sorotan. Sebanyak 70 wartawan dari berbagai organisasi pers memadati Kantor PWI Kabupaten PALI, Kamis (14/5/2026), dalam Workshop Jurnalistik bertema “Optimalisasi Sosial Media untuk Jurnalis di Era Digital.”

Kegiatan yang digelar di kawasan Talang Ubi itu bukan sekadar pelatihan biasa. Para peserta dibekali strategi membangun personal branding, memaksimalkan platform digital, hingga memahami batas tipis antara karya jurnalistik, Undang-Undang Pers, dan jeratan UU ITE yang kerap menghantui pengguna media sosial.

Ketua panitia, M. Anasrul, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari program besar PWI Kabupaten PALI untuk menyiapkan wartawan menghadapi perubahan industri media yang bergerak semakin cepat.

“Media sosial kini bukan lagi pelengkap, tapi sudah menjadi bagian penting dalam dunia jurnalistik. Wartawan harus upgrade kemampuan agar mampu memanfaatkan platform digital secara maksimal,” ujarnya.

Sorotan utama datang dari Ketua PWI Kabupaten PALI, Joko Sadewo, yang secara tegas mengingatkan bahwa era digital menuntut jurnalis lebih cerdas, bukan sekadar cepat.

Menurutnya, media sosial adalah ruang publik tanpa batas, sehingga wartawan wajib memahami etika sekaligus koridor hukum agar karya jurnalistik tidak berujung persoalan hukum.

“Jangan hanya aktif membuat berita. Jurnalis juga harus paham bagaimana memanfaatkan media sosial secara profesional dan bertanggung jawab. Jangan sampai berbenturan dengan UU ITE hanya karena tidak memahami batasan,” tegasnya.

Tak kalah menarik, materi dari Fatkurohman membuka perspektif baru. Mantan penyiar radio itu membongkar fakta bahwa media sosial bukan hanya ruang publikasi, tetapi juga bisa menjadi mesin penghasil uang bagi wartawan yang konsisten membangun identitas digital.

“Media sosial punya peluang besar untuk menghasilkan cuan. Kuncinya fokus pada satu tema, konsisten, dan mampu mengemas informasi secara menarik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, wartawan tak boleh hanya menjadi konsumen konten, melainkan harus naik kelas menjadi kreator informasi yang edukatif, terpercaya, sekaligus bernilai ekonomi.

Workshop ini menjadi sinyal bahwa insan pers di PALI mulai bergerak menuju era baru—di mana kemampuan menulis saja tidak lagi cukup, tetapi harus dibarengi penguasaan teknologi, branding, dan kecerdasan membaca peluang digital.

Penulis: ril/andreEditor: Andre
  • Bagikan