PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Kasus putusnya kabel jaringan internet akibat ditabrak sebuah truk bermuatan besar di Kelurahan Gunung Kemala, Kota Prabumulih, masih menyisakan polemik. Hingga kini, pihak yang dirugikan mengaku belum ada perbaikan pada jalur kabel yang putus.
Peristiwa tersebut terjadi setelah sebuah truk yang mengangkut muatan dengan berat diperkirakan lebih dari 40 ton dan tinggi kendaraan diperkirakan mencapai lebih dari lima meter melintas di Jalan perkampungan Kelurahan Gunung kemala, hingga mengenai kabel WiFi yang melintang di jalan.
Setelah insiden terjadi, kendaraan tersebut disebut meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan tanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan setelah berjanji akan memperbaikinya.
Beberapa waktu setelah kejadian, pihak PT PDSI mengirimkan seorang perwakilan untuk melakukan mediasi dengan pihak yang dirugikan. Dalam pertemuan itu, perusahaan disebut menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki kabel yang putus.
Namun hingga berita ini diterbitkan, janji tersebut diklaim belum direalisasikan. Pihak yang mengalami kerugian menilai perusahaan terkesan tidak menindaklanjuti hasil mediasi dan belum memberikan kepastian mengenai perbaikan kabel yang putus.
Di sisi lain, muncul perbedaan keterangan terkait kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut.
Humas PT PDSI, Angga, saat ditemui wartawan mengaku telah mendapat teguran dari pihak atasannya terkait persoalan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa kendaraan yang melintas bukan merupakan alat rig milik PT PDSI.
Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan Hendri, sopir truk yang mengemudikan kendaraan saat kejadian. Hendri mengaku alat yang diangkut merupakan milik PT PDSI. Untuk mendukung keterangannya, ia juga menunjukkan surat jalan yang berlogo Pertamina kepada wartawan.
Perbedaan informasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status kendaraan maupun muatan yang sedang diangkut saat insiden terjadi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam waktu dekat Pertamina dijadwalkan akan melaksanakan kegiatan pemboran sekitar tujuh sumur baru di wilayah kerja tersebut. Mobilitas kendaraan pengangkut peralatan diperkirakan akan meningkat seiring dimulainya aktivitas proyek.
Disisi lain, Hendri mengaku dirinya hanya dibekali petunjuk arah menggunakan aplikasi Google Maps untuk menuju lokasi tujuan tanpa arahan teknis mengenai jalur khusus yang aman dilalui kendaraan bermuatan besar.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Prabumulih Samsul Feri telah mengetahui kejadian tersebut, dirinya akan mengumpulkan data seperti plat kendaraan yang diduga menabrak kabel wifi di Gunung Kemala.




