PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Seorang siswa SD Swasta di Kota Prabumulih, meninggal dunia setelah tenggelam saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berenang di salah satu kolam renang di Kecamatan Cambai, Rabu (7/10/2026). Korban yang masih berusia 10 tahun tersebut berinisial R.A., siswa kelas IV SD
Peristiwa tersebut terjadi saat pihak sekolah membawa para siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berenang di sebuah kolam renang yang berada di Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan berenang berlangsung sejak pagi dan kemudian dinyatakan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah itu, para siswa diarahkan untuk melanjutkan kegiatan makan siang.
Namun, setelah kegiatan berenang selesai, korban diketahui kembali menuju area kolam tanpa diketahui guru pendamping.
Korban diduga menuju kolam yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Kolam tersebut disebut memiliki kedalaman sekitar 2 meter.
Tidak lama kemudian, seorang siswa memberitahukan kepada guru pendamping bahwa terdapat siswa yang tenggelam.
Guru pendamping kemudian berupaya menyelamatkan korban dan memberikan pertolongan pertama. Korban selanjutnya dibawa ke IGD RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Disisi lain, menurut keterangan sejumlah saksi dilapangan saat kejadian ada beberapa anak yang mengetahui kejadian tersebut dan menyampaikan ke pihak guru, namun ditanggapi dengan santai yang dianggap hanya bercanda.
“Yang tau pertamo itu anak sekolah tula dan sempat ngomong kalu ado yang tenggelam, tapi dianggap bemaen oleh sejumlah guru” sebut salah satu penjaga kolam saat dibincangi dilokasi kejadian.
Yayasan Siap Bertanggung Jawab
Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Gunung Ibul, Anggraeni, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban.
Anggraeni mengatakan pihak sekolah telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Meski demikian, ia menyatakan pihak yayasan turut berduka atas musibah yang terjadi dan siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
“Kami sudah melakukan SOP dengan baik dan benar. Namun, atas kejadian ini kami turut berbelasungkawa yang sebesar-besarnya. Kami dari yayasan siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” ujar Anggraeni.
Ia juga menyampaikan duka kepada keluarga korban serta berharap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan dan pengawasan anak dalam kegiatan sekolah, khususnya aktivitas yang berlangsung di area kolam renang.
Informasi mengenai kronologi lengkap kejadian masih mengacu pada laporan awal dan dapat diperbarui setelah adanya keterangan resmi lebih lanjut dari pihak sekolah maupun pihak berwenang.




