PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – SETARA Institute merilis daftar kota paling toleran dan intoleran se-Indonesia dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022.
Berita tersebut, pun viral di sejumlah media sosial. Hasilnya, salah-satu kota intoleran se-Indonesia yakni kota Prabumulih yang mendapatkan nilai dengan raihan nilai 4.510.
Prabumulih masuk dalam daftar 10 kota intoleran tersebut. Dalam Rilis IKT 2022, hasil ini merupakan hasil pengukuran yang dilakukan SETARA Institute untuk mempromosikan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota Indonesia.
IKT 2022 merupakan laporan keenam SETARA Institute sejak pertama kali terbit pada 2015.
Adapun objek kajian IKT adalah 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia. 4 kota yang dieliminir merupakan kota-kota administrasi DKI Jakarta yang menjadi satu.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya mempertanyakan dimana letak intoleran nya?
“Karena kalau dari segi keagamaan mungkin hanya di Prabumulih bahkan bukan hanya izin (dipermudah, red) seperti gereja, kelenteng, pure itu pemerintah ikut membangunnya,” katanya Rabu, 12 April 2023.
Selain itu, kata dia. Untuk insentif penggali kubur, penjaga gereja dan pure pun ada insentif semua. “Bahkan kalau Islam ada umroh, agama lain juga ikut pergi ke Roma,” lanjutnya.
Dari sudut kesukuan pun Prabumulih merupakan kota heterogen. “Seperti aku wong luar bisa juga jadi Wali Kota. dimana letak intoleran nya, dimana?,” sambungnya.
Menurut adik kandung Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya itu, untuk masalah tenaga kerja, dia sebagai Wali Kota Prabumulih tentunya memprioritaskan wilayahnya.
“Aku dak bisa misalnya pengangguran dari kabupaten tetangga ingin ikut program pengentasan pengangguran Prabumulih. Aku kan bukan Gubernur, aku Wali Kota tentunya warga aku yang aku prioritaskan,” kata Ridho.
Ridho mencontohkan jika warga Kabupaten lain ingin bangun rumah dan masjid, maka dirinya tidak bisa membantu. “Namun jika warga Prabumulih Insya Allah saya bantu tanpa pilih kasih,” katanya.




