Kurnia Saleh, Anak Penjual Gorengan, 26 Tahun jadi Saksi Ahli di berbagai Pengadilan, ini Profilnya

  • Bagikan
Foto : Potret Kurnia Saleh dan Beberapa Pengadilan tempat ia menjadi Saksi Ahli

TOPIKBERITA.CO – Usia muda tidak menjadi halangan mencapai kesuksesan dan menjadi sosok yang berpengaruh di republik ini.

Kurnia Saleh menjadi contohnya. Pria kelahiran Prabumulih, 25 November 1997 ini baru menginjak usia 26 tahun. Namun ia sudah menjadi Saksi Ahli diberbagai Pengadilan di Indonesia.

Kesuksesan menjadi saksi ahli di Mahkamah Konstitusi pada perkara Perselihan Hasil Pemilu pada 28 Mei 2024 lalu, jasanya sebagai seorang ahli menarik banyak pihak.

Pada 03 Juli 2024 lalu, ia diminta menjadi saksi ahli di Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang untuk menguraikan sengketa atas terbitnya keputusan pejabat mengenai kepemilikan tanah masyarakat desa. Setelahnya ia juga diminta menjadi saksi ahli di Pengadilan Negeri pada 8 Juli 2024, untuk menguraikan sengketa pengelolaan yayasan pendidikan di salah satu Yayasan Pendidikan tertua di Palembang.

Pria yang merupakan kandidat doktor ilmu hukum Universitas Sriwijaya ini merupakan anak dari pasangan keluarga menengah ke bawah. Pasalnya, orang tua kurnia saleh merupakan penjual gorengan dan menghidupi kurnia dan 3 saudara lainnya dari menjual gorengan.
Ibu rumaidah dan bapak bahori merupakan orang tua dari kurnia saleh, yang diketahui tidak tamat sekolah dasar.
“4 anak kami semuanya kami sekolahkan, menjadi buruh cuci pernah kami lakukan, pernah juga kerja dari jam 3 subuh berangkat dari rumah demi anak anak bisa sekolah, sekarang sehari hari jual gorengan sambil jaga sekolah, karena kami menumpang rumah sekolah. “kata Rumaidah kepada awak media.

Sejak Sekolah Dasar, Kurnia memang sudah berprestasi. Ia menjadi juara kelas, dari SD, di SMA ia menjadi juara umum dan menjuarai olimpiade dan siswa berprestasi. Begitupun saat kuliah, ia menjadi lulusan terbaik pada yudisium dan meraih IPK tertinggi baik pada waktu S1 maupun S2.

Sahabat Kurnia, Rizki agus saputra mengakui bahwa Kurnia sebagai sosok panutan dan inspiratif.
“Dikampus kami menjual nasi dan gorengan untuk meringankan beban orang tua, namun tak menghalangi semangat kuliah. Kurnia seorang juara debat nasional, dan juga pemimpin di organisasi. Ia panutan kami diangkatan bahkan dilintas angkatan di unsri”ujar Rizki

Kurnia telah menikah dengan Nurmatasia, sahabatnya di Kampus pada tahun 2020 lalu. Ia menjadi advokat dan dosen di salah satu kampus ternama di Palembang, setelah sebelumnya menjadi dosen luar biasa dan pengajar di berbagai tempat, di UII Yogyakarta, Perguruan tinggi Aceh, dan kampus kampus lainnya.

Diketahui ia juga menyumbangkan pemikirannya di daerah dengan menjadi konsultan pembuatan peraturan daerah di Sumsel.

Eksistensi Kurnia di dunia penegakan hukum dan pendidikan menjadi prothotype bagi kawula muda khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu.

  • Bagikan