Rifki Baday Ketua MPC Pemuda Pancasila Sesalkan dan Kecam Tindakan ULP PLN Pendopo PALI

  • Bagikan
Foto : Rifky Baday, SH.M.Kn Ketua Pemuda Pancasila Kota Prabumulih, Sumsel, Kamis (22/9/22).

PRABUMULIH, TOPIK BERITA.CO – Setelah sebelumnya warga Karang Raja Prabumulih mendapat pelayanan yang kurang baik oleh oknum petugas PLN ULP Prabumulih kini giliran warga Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan yang bernasib sama, Kamis (22/9/22).

ET Warga Desa Tanjung Menang Prabumulih merasa keberatan KWH Listrik diputus diduga tanpa konfirmasi ke pemilik rumah oleh petugas PLN ULP Pendopo Pali.

Kejadian itu pun ditanggapi serius oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Prabumulih Rifky Baday, SH M.Kn. dirinya menilai saat ini masyarakat kalangan bawah selalu menjadi korban kebijakan Pemerintah yang tidak pro rakyat.

“Masyarakat harus menanggung lagi derita ini. rakyat kecil punya hak sebagai warga negara untuk mempertanyakan dan  menolak cara cara yang tidak berpihak kepada masyarakat  dalam upaya menegakkan suatu regulasi atau aturan ketika itu dirasa menyulitkan mereka di tengah semakin luar biasanya desakan kesulitan hidup” tulis Rifky Badai ketika dikonfirmasi.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk tetap Mengawal, Mempertanyakan dan Mengkritisi regulasi PLN melakukan cara-cara arogan terutama terkait pemutusan pemutusan sepihak ini.

“Tolong sampaikan ke pimpinan pimpinan PLN sampai ke tingkat pusat tetaplah berupaya mamahami kondisi  masyarakat yang sangat sulit sekarang ini. Menteri BUMN direktur utama dan jajaran tolong dengarkan keluh kesah dan kesulitan masyarakat kecil di plosok negeri ini” lanjutnya.

Belum lama ini Imam selaku Supervisor Bidang Penagihan PT.PLN ULP Pendopo Pali dikonfirmasi mengaku telah menjelaskan semuanya kepada pelanggan.

“Kalau menurut OSP tidak perlu konfirmasi sebenarnya ke pemilik rumah, namun kita tetap mengarahkan petugas untuk melayani dengan cara humanis” ucapnya.

Sebelumya pemilik rumah merasa tidak dihubungi oleh petugas PLN saat sedang bekerja namun mengakui adanya keterlambatan pembayaran akibat ketidak cocokan jumlah tagihan yang harus dibayar.

“Kalau pelanggannya sudah bayar malam ini kemungkinan besok kita proses untuk dipasang tapi dengan KWH Listrik Token (Pulsa)” tutup Imam.

ET pelanggan PLN ULP Pendopo Pali mengaku ingin tetap menggunankan Listrik Pasca Bayar bukan yang Token.

“Aku minta setelah aku bayar dipasang lagi Listrik yang lamo” harapnya

Penulis: TaufikEditor: Taufik Jaya
  • Bagikan