PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Wali Kota Prabumulih H. Arlan bersama Ketua DPRD Kota Prabumulih Deni Victoria, Kapolres Prabumulih AKBP Guntoro serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau sejumlah posko pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Prabumulih.
Peninjauan dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem serta potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau empat posko karhutla yang berada di sejumlah titik strategis, yakni Posko Taman Murni, Posko Delinom, Posko Prabumulih Barat, serta Posko Prabumulih Selatan yang berada di kawasan Tugu Tani.
Wali Kota Prabumulih H. Arlan mengatakan, keberadaan posko tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Menurutnya, fenomena iklim El Nino dapat menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang sehingga berpotensi menimbulkan kekeringan pada lahan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Posko ini kita dirikan sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca ekstrem. Kita harus siap karena kemarau yang panjang dapat menyebabkan lahan menjadi kering dan mudah terbakar,” ujar H. Arlan.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan menjadi hal penting dalam penanganan karhutla. Karena itu, posko tersebut dijaga selama 24 jam oleh petugas gabungan.
Petugas yang terlibat terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri serta masyarakat sekitar. Dengan adanya petugas yang berjaga, setiap potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
“Kita bersama-sama melakukan pencegahan. Petugas gabungan berjaga selama 24 jam, termasuk BPBD, TNI, Polri dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Guntoro mengatakan, keberadaan posko karhutla tersebut merupakan bagian dari program dan arahan pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Guntoro, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintah daerah, tetapi juga menjadi perhatian di tingkat Polda Sumatera Selatan hingga jajaran kewilayahan.
“Ini merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat. Posko seperti ini juga ada di tingkat Polda Sumsel. Untuk di daerah jajaran, sifatnya lebih kepada langkah preemtif dan preventif dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya karhutla di Kota Prabumulih.
Dengan adanya posko yang aktif selama 24 jam, setiap laporan maupun indikasi awal kebakaran dapat segera direspons oleh petugas di lapangan.
Pemerintah Kota Prabumulih bersama unsur Forkopimda pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan.




