PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Persoalan yang dialami Subrata Maulana, warga Kota Prabumulih yang sebelumnya mengaku merasa terancam saat bekerja di Kabupaten Morowali, mendapat tindak lanjut dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Prabumulih.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Prabumulih, Sanjay Yunus, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Morowali dan Provinsi Sulawesi Tengah setelah mengetahui persoalan yang dialami Subrata.
Hal itu disampaikan Sanjay Yunus ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).
Menurut Sanjay, pihaknya langsung menghubungi pihak terkait di Morowali serta pihak Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan kondisi Subrata sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapinya.
“Begitu kami menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait di Morowali dan Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Sanjay.
Dari hasil koordinasi tersebut, akhirnya disepakati Subrata dipulangkan ke daerah asalnya pada hari ini.
Proses kepulangan Subrata dilakukan melalui perjalanan dari Morowali menuju Kendari, kemudian dari Kendari menuju Makassar, dilanjutkan ke Jakarta, dan selanjutnya menuju Sumatera Selatan.
Sanjay mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Subrata agar yang bersangkutan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.
Namun, Sanjay meminta persoalan tersebut tetap dilihat secara objektif dan tidak langsung menyimpulkan adanya ancaman sebelum dilakukan klarifikasi kepada seluruh pihak.
Menurutnya, Subrata tidak berangkat ke Morowali seorang diri. Subrata diketahui berangkat bersama lima orang rekannya.
“Subrata ke sana tidak sendirian. Subarata orang lima kesana, tapi cuma Subrata yang merasa diikuti orang, ada yang mau membunuh dia” jelas sanjay
Sanjay menuturkan, setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan pihak terkait di Morowali, dilakukan koordinasi dengan pihak terkait di Provinsi Sulawesi Tengah. Pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut kemudian dimintai keterangan, termasuk Subrata dan rekan-rekannya yang berangkat bersamanya.
Menurut Sanjay, langkah tersebut penting agar persoalan dapat diketahui secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keterangan dari satu pihak.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami persoalan ketika bekerja di luar daerah agar terlebih dahulu menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan pendampingan dan mencari solusi.
“Kalau ada masalah seperti ini, jangan langsung membuat berita atau informasi yang bisa menyebar luas dan menimbulkan kesan negatif. Sebaiknya terlebih dahulu menghubungi pihak-pihak terkait agar persoalannya dapat diklarifikasi dan diselesaikan secara objektif,” katanya.
Sanjay juga menyampaikan imbauan kepada perusahaan yang mempekerjakan warga Prabumulih di luar daerah agar dapat memberikan perhatian dan perlindungan kepada para pekerja.
“Kami juga mengimbau kepada pihak perusahaan, seperti PT Falcon, mohon diterima adik-adik dari Prabumulih, jangan gara-gara ini di pulangkan karena maslah yang dilakukan oleh Subarata Maulana” sebut Sanjay
Terkait informasi mengenai dugaan Subrata diikuti orang hingga merasa terancam, Sanjay menyebut hal tersebut perlu dilihat berdasarkan hasil klarifikasi dan fakta yang diperoleh dari seluruh pihak.
Ia mengatakan, berdasarkan koordinasi yang dilakukan, belum ada fakta yang dapat memastikan adanya ancaman sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.
“Dugaan-dugaan seperti diikuti atau merasa terancam itu perlu kita lihat secara objektif. Karena setelah kami koordinasi, pihak terkait juga sudah dipanggil dan dimintai keterangan,” jelasnya.
Sanjay meduga, Subrata Maulana belum siap bekerja dan beradaptasi bekreja diluar daerah.
“Jadi kita objektif, kemungkinan besar Subrata Maulan belum siap untuk bekerja diluar Prabumulih” tutupnya.




