MUARA ENIM, topikberita.co – Rombongan Persipra AllStar kembali tour ke berbagai daerah yang ada di Sumatera Selatan, Jum’at (13/05).
Dimana tour yang kerap dilakukan oleh rombongan Persipra AllStar sempat terhenti sejenak guna menjalankan ibadah bulan Suci Ramadhan.
Tour Persipra kali ini di tuju ke Kabupaten Muara Enim, tepatnya di Lapangan Kesebelasan Perseta FC Desa Tanjung Tiga Kecamatan Belida Darat.
Walaupun sempat terhenti beberapa pekan Tour Persipra AllStar, namun perfoma tim Kota Nanas itu tak begitu mengecewakan para penonton.
Begitu dengan orang yang mengenakan Jersey bernomor punggung 10 (sepuluh) berhasil memborong gol dalam laga Friendly Match kali ini.
Siapa lagi kalo bukan Walikota Prabumulih Ir. H Ridho Yahya, MM sang kapten Kesebelasan Persipra AllStar yang berhasil membuat kesebelasan tuan rumah Perseta FC kewalahan melawan timnya.
Pluit Panjang ditiupkan wasit, yang bertanda berakhirnya match tersebut dan score unggul di pihak Persipra 5-3.
Wako Prabumulih Ridho Yahya yang berhasil mengamankan 4 (empat) gol dalam friendly match Persipra AllStar melawan Perseta FC ini menyampaikan bahwa tour Persipra tak hanya untuk memperkenalkan Tim Kota Nanas melainkan unsur pahala serta mempererat silaturahmi sesama pemain lapangan hijau.
“Karena menyenangkan dalam kebaikan adalah pahala, lantas apa kata pemain disini dan apa kata masyarakat? Waduh kami tadi sempat berjabat tangan dengan Pak Wako, Wih tadi Pak Wako jatuh, Wih kami tadi sempat berfoto bersama Pak Wako, itu semua merupakan jalan kebaikan pahala jadi silahturahmi dapat, pahala dapat olahraga dapat begitu banyak manfaatnya,” jelas kapten kesebelasan Persipra AllStar usai berlaga.
Meskipun sempat terhenti satu bulan, hal tersebut bukan alasan untuknya tak bermain secara akurat. “Ya karena kita sudah terbiasa olahraga jadi biasa saja walaupun masih begini,” kata bapak empat anak tersebut.
Selain itu, Ridho juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjalin silaturahmi ke daerah lainnya serta ia juga menjelaskan bahwa perlunya kedekatan antara kepala daerah dengan masyarakat.
“Setelah ini kita ke Linggau kita ke Niru, menyenangkan masyarakat , biasanya mereka menganggap walikota bupati orang hebat padahal bukan, bupati walikota itu yang menjadikannya masyarakat, yang hebat itu ya masyarakat bukan bupati walikotanya,” tutupnya.




