O2SN Pencak Silat Sumsel Diduga Diwarnai Kejanggalan, IPSI Prabumulih Desak Evaluasi

  • Bagikan
Ketua IPSI Kota Prabumulih, Dahlawi, menyampaikan dugaan kejanggalan pada pertandingan pencak silat O2SN Tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan meminta evaluasi terhadap wasit serta juri.
Foto : Ketua IPSI Kota Prabumulih, Dahlawi, meminta IPSI Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengevaluasi pelaksanaan pertandingan pencak silat O2SN setelah muncul dugaan kejanggalan dalam proses penilaian.
PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Pelaksanaan pertandingan cabang olahraga pencak silat pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan diduga diwarnai sejumlah kejanggalan. Dugaan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Prabumulih, Dahlawi, yang meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kejuaraan.

Menurut Dahlawi, terdapat sejumlah perilaku wasit dan juri selama pertandingan yang dinilai tidak mencerminkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Ia mengaku melihat adanya indikasi wasit dan juri yang saling melirik, memberikan isyarat, hingga terkesan saling mencontoh saat memberikan penilaian kepada atlet yang sedang bertanding.

“Hal seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan dan dapat mengurangi kepercayaan terhadap objektivitas hasil pertandingan,” ujar Dahlawi.

Tidak hanya saat pertandingan berlangsung, Dahlawi juga menilai kejanggalan sudah mulai terlihat sejak pelaksanaan technical meeting sebelum kejuaraan dimulai.

Menurutnya, dalam forum tersebut sempat muncul usulan yang dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan pertandingan.

Ia menegaskan, setiap aturan dalam kejuaraan seharusnya tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan agar seluruh peserta memperoleh perlakuan yang adil dan setara.

Sebagai Ketua IPSI Kota Prabumulih, Dahlawi berharap IPSI Sumatera Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan O2SN cabang pencak silat.

Evaluasi tersebut, lanjutnya, tidak hanya menyangkut aspek teknis pertandingan, tetapi juga tata kelola penyelenggaraan, termasuk mekanisme penilaian wasit dan juri.

“Harapan kami ke depan pelaksanaan kejuaraan dapat berlangsung lebih objektif, transparan, profesional, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” katanya.

  • Bagikan