Sebar Foto Dugaan Pekarya Jual Besi, Oknum Bakal Dilaporkan?

  • Bagikan
Foto : Hanya Ilustrasi

PRABUMULIH, topikberita.co – Kasus postingan netizen dimedia sosial facebook Dedi Irwansyah beberapa waktu lalu tentang dugaan penjualan besi pipa Pertamina oleh tiga oknum Pekarya dan seorang sopir diwilayah PT.Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Kota Prabumulih terus bergulir. Jumat (24/6)

Dikutip dari media harian Prabumulih Pos diketahui kalau hal itu diduga hoax. Sengaja disebar foto di medsos, oknum tidak bertanggung jawab lantaran bermotif uang. Atau terindikasi, dugaan pemerasan.

Nara sumber awak media di lingkungan PHRZ 4 tidak mau disebutkan namanya, kasus ini bermula mendapatkan informasi dari manajemen adanya foto dugaan penjualan pipa milik perusahaan dilakukan pekarya tersebut.

Tim Sekuriti langsung melakukan penyelidikan, melakukan komunikasi ke oknum pengirim foto tersebut. Nah, terjadilah pertemuan antara Tim Sekuriti dan oknum tersebut.

Awalnya, Tim Sekuriti meminta bantuan agar nopol mobil digunakan keempat pekarya menjual pipa guna membantu penyelidikan.

“Ketika bertemu oknum, kita minta bantuan nopol mobilnya saja. Tetapi, tidak diberikan. Bahkan, sempat diminta memberikan sejumlah uang sebagai balas jasa informasi nopol. Alasan sedikit dan meminta jumlah lebih besar, oknum tersebut tidak mau menerima. Hingga akhirnya, petugas melakukan penyelidikan sendiri dan mengetahui para pekarya dan juga mobil digunakan serta lokasi gudang,” ujar nara sumber awak media, akhir pekan ini.

Tidak tercapai kesepakatan itulah, akhirnya foto mobil dan diduga pekarya penjual pipa perusahaan disebar melalui medsos.

Foto : Hanya Liustrasi / Lokasi yang diduga Pekarya Jual besi

Untuk memastikan informasi yang simpang siur media ini mencoba mendatangi lokasi yang diduga tempat penjualan besi milik Pertamina di Jalan Sepatu Kelurahan Karang Raja dan mencoba komunikasi dengan beberapa narasumber.

Dari keterangan warga sekitar lokasi tersebut memang sudah lama dijadikan tempat penjualan besi rongsokan dan bahkan warga disana juga sempat mengeluh karena jalan sudah mulai rusak diakibatkan beban berat mobil pengangkut rongsokan sering melintas.

Diketahui usaha pembelian besi (rongsokan) itu sudah lama berdiri dan sering terjadi transaksi beli besi bekas.

Ditempat terpisah General Manager (GM) Agus Amperianto melalui Comrel & CID Zona 4 Erwin Hendra Putra meminta media untuk menunggu informasi perkembangan selanjutnya.

“Nanti tunggu perkembangannya, mungkin senin kita kabarkan” ujarnya

Informasi dihimpun media ini, kasus ini akan terus dilanjutkan hingga proses hukum berjalan. Agar jelas permasalahannya, dan tidak simpang siur

SIMAK VIDEO DUGAAN PEKARYA PERTAMINA JUAL BESI :

  • Bagikan