PRABUMULIH – Persoalan dampak Survei seismik 3D oleh PT.BGP di beberapa wilayah di Kota Prabumulih memasuki babak baru ditahun 2022 ini, pasalnya sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mulai terusik atas kelakuan pihak perusahaan yang tak kunjung bisa menyelesaikan polemik.
Forum Gerakan Rakyat Untuk Daerah (Garuda) dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo terkait ganti kerugian seismik di wilayah Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Rabu (16/2/2022).
Dikutip dari Surat pemberitahuan yang ditujukan langsung ke PT.BGP oleh Forum Garuda meminta perusahaan diminta melakukan pembayaran ganti kerugian atas nama M.Kosen, SH yang belum diselesaikan
Dalam surat yang ditembuskan ke Walikota Prabumulih serta Polres Prabumulih itu ada empat poin yang menjadi tuntutan diantaranya Ganti kerugian lubang bor, ganti kerugian line pita merah dan biru serta Rumah Retak (RR) yang belum juga dibayarkan.
“Masih ado yang belum dibayar, kami beri tenggat waktu 10 hari untuk diselesaikan” ucap M.Kosen kepada media ini.
Dari informasi yang didapat kerugian yang dialami mencapai puluhan juta termasuk rumah retak yang belum diganti.
Sementara itu, pihak PT.BGP Jumadi hingga kini tidak bisa berkomunikasi dengan media ini karena pemblokiran belum dibuka.
Ditempat lain Managemen PT.BGP Gun-gun Ketika dikonfirmasi juga tidak merespon terkait ganti rugi rumah retak diwilayah Gunung Kemala.
Tanggapan berbeda yang diungkapkan oleh Legal and Relation PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Tuti Dwi Padmayanti mengatakan untuk permasalahan rumat retak menjadi tanggungjawab pemenang tender.
“Tolong konfirmasi ke Humas BGP ya, sebagai pemenang kontrak Seismik” tulisnya seraya mengatakan sepenuhnya tanggungjawab PT.BGP sesuai isi kontrak kerja dengan Pertamina.#01




