TOPIKBERITA.CO – Hasil Survei Lingkar Publik Independen (LPI) yang merilis pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih beberapa hari terakhir, tertulis tanggal periode survei 8-13 November 2024.
Dalam berita yang beredar menunjukan hasil yang diraih pasangan Ngesti-Amin dengan angka telak 65%, dan Paslon Fikri-Samdakir 7% saja, serta paslon Arlan-Franky 21%.
Media ini mencoba menelusuri kebenaran hasil survei, dengan mencoba mencari website resmi dari Lembaga Survei LPI di internet.
Dari hasil penelusuran, ada dua website lembaga survei LPI, pertama website zainulrifqi.wordpress.com (blog gratis) dan lingkarpublikindepen.blogspot.com (blog gratis) serta akun media sosial (Facebook) Lingkar Publik Independen yang terlihat aktif pada tahun 2019 silam. Namun tak satupun dari kedua website menampilkan hasil survei.
Beberapa kontak telepon lembaga survei LPI tertulis, dan media ini mencoba mengkonfirmasi salah satu nomor (kordinator) yang tertera.
Saat dikonfirmasi berulang akhirnya media ini berhasil tersambung dengan salah satu nomor bernama Patra mengaku sebagai kordinator LPI yang diketuai oleh Zainul Rifqi.

Lebih mengejutkan lagi, dirinya menyebut jika Kota Prabumulih memang sempat di survei sekali pada bulan September lalu, dan menunjukkan angka survei yang memang mengunggulkan paslon Ngesti-Amin, namun tak menunjukan data saat diminta media ini.
“Yo Prabumulih pernah kami survei tapi cuma sekali Surveinya, pada bulan September” sebut Patra ketika dikonfirmasi.
Lanjut Patra, survei itu dilakukan pada akhir September 2024 lalu, namun hasilnya memang tidak di publikasikan, hanya diberikan kepada pasangan calon yang memiliki kepentingan untuk analisis peta politik di Kota Prabumulih.
Namun, hasil survei yang disebar paslon 03 Ngesti – Mat Amin tertulis periode 8-13 November, berbanding terbalik dengan stetmen yang disampaikan Patra selaku koordinator LPI.
Informasi yang didapat, Ketua Lembaga Survei LPI Zainul Rifki juga merupakan salah satu guru di SMP 35 Palembang. Terlihat dalam stori media sosialnya. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Patra.
“Yo, dio (Zainul Rifqi ) ngajar jugo di SMP 35 Palembang”
Sementara, salah satu tim paslon menyebut, jika hasil survei LPI dilakukan pada periode bulan September, namun ditulis dan di publikasikan seolah hasil survei bulan November 2024 itu merupakan berita bohong. Hal tersebut dilakukan untuk menguntungkan salah satu paslon tertentu.
“Ditahun politik itu biasa, salah satu tim mencoba memanipulasi data survei seolah itu survei sekarang padahal sudah lama” ujarnya ketika dimintai pendapat.




