LAHAT, TOPIKBERITA.CO — Pesan tegas dilontarkan Herman Deru saat meresmikan Rumah Sakit AR Bunda Assalam di Kabupaten Lahat. Di hadapan jajaran manajemen, tenaga medis, hingga pejabat daerah, Herman Deru mengingatkan satu hal yang tak bisa ditawar : pasien BPJS dan non-BPJS wajib diperlakukan setara.
Pernyataan itu disampaikan saat peresmian RS AR Bunda Assalam, Senin (11/5), dalam agenda penguatan layanan kesehatan di Sumatera Selatan. Herman Deru menegaskan rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, tidak boleh membangun sekat pelayanan berdasarkan status pembiayaan pasien.
“Pasien BPJS maupun non-BPJS harus mendapatkan pelayanan dan keramahan yang sama. Semua harus dilayani dengan strata yang setara,” tegas Herman Deru.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan, mengingat isu diskriminasi pelayanan kesehatan masih kerap menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah.
Tak hanya bicara soal fasilitas, Herman Deru juga menekankan bahwa kesembuhan pasien bukan semata soal gedung megah atau alat medis canggih, tetapi juga soal pendekatan manusiawi.
“Gedung yang bersih, indah, lalu pelayanan yang ramah—itu punya andil besar mempercepat kesembuhan pasien,” ujarnya.
Ia bahkan meminta seluruh tenaga kesehatan, terutama petugas lini terdepan, membiasakan budaya senyum, sapa, dan salam kepada setiap pasien yang datang.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama RS AR Bunda Assalam, dr. Wahyu Pranata, menyebut rumah sakit yang dikelolanya bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bentuk pengabdian bagi masyarakat Lahat.
Sementara Bupati Bursah Zarnubi berharap kehadiran rumah sakit baru tersebut memacu kompetisi sehat antar fasilitas kesehatan di daerah.
Menariknya, setelah melakukan asesmen, Herman Deru menilai RS AR Bunda Assalam memiliki layanan unggulan yang berpotensi menjadi ikon baru kesehatan di Lahat, yakni layanan IVF (bayi tabung) dan medical check-up (MCU).
Di akhir sambutannya, Herman Deru secara resmi membuka operasional rumah sakit tersebut dengan ucapan basmalah.
Kehadiran RS AR Bunda Assalam dinilai menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumsel memperkuat kualitas layanan kesehatan sekaligus mendukung program Sumsel Health Tourism yang tengah didorong pemerintah daerah.




