PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Pemanfaatan jaringan gas kota (Jargaskot) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, tidak hanya membantu menekan biaya operasional pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Direktur PT Pertamina Gas (Pertagas), Indra Pehulisa Sembiring, belum lama ini meninjau pemanfaatan Jargas di Dapur SPPG Muntang Tapus, Prabumulih, Jumat, 15 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan bahan bakar gas bumi dari jaringan gas kota.
“Jadi kegiatan kita hari ini berkunjung ke pelanggan Jargas Kota, yaitu Dapur SPPG Muntang Tapus. Di sini kita melihat bagaimana operasional SPPG yang menggunakan bahan bakar dari Jargas,” kata Indra.
Ia mengatakan penggunaan Jargas menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus menjaga ketahanan energi melalui penyediaan pasokan gas yang memadai bagi masyarakat.
Untuk informasi, saat ini jaringan gas di Kota Prabumulih yang dikelola PD Petro Prabu telah melayani lebih dari 36 ribu sambungan rumah tangga. Pengelolaan jaringan tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.
PD Petro Prabu mencatat sedikitnya 53 tenaga kerja terlibat dalam operasional Jargas, mulai dari pelayanan pelanggan, penagihan, pengawasan jaringan, hingga penertiban pelanggan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PD Petro Prabu Heryanto mengatakan pihaknya tengah melakukan penataan pelanggan usaha yang masih menggunakan kategori rumah tangga pada meteran gas.
PD Petro Prabu mengundang pemilik Dapur SPPG dan pelaku usaha pengguna Jargas untuk mengubah identitas meteran dari kategori rumah tangga menjadi kategori usaha. Senin, 11 Mei 2026
“Minggu lalu kami sudah menyurati seluruh pemilik Dapur SPPG dan ratusan pelaku usaha yang menggunakan Jargas agar ID meterannya diubah dari kategori rumah tangga menjadi kategori usaha,” ujar Heryanto.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Prabumulih, termasuk program gas gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Manfaat penggunaan Jargas juga dirasakan pelaku usaha. Pemilik Dapur SPPG Muntang Tapus, Intan Mayang Sari, mengaku penggunaan jaringan gas alam lebih praktis dibandingkan tabung LPG.
“Lebih praktis karena tidak perlu lagi mengganti-ganti tabung LPG dan tidak khawatir kehabisan gas,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku pernah mengalami penurunan tekanan gas saat cuaca hujan atau ketika dilakukan perbaikan jaringan. Kondisi tersebut diatasi dengan menggunakan tabung gas sebagai cadangan sementara.
Dampak ekonomi dari operasional dapur MBG juga dirasakan masyarakat sekitar. Neli, warga Kelurahan Gunung Kemala, mengatakan dirinya telah bekerja di Dapur SPPG Muntang Tapus selama lebih dari enam bulan sebagai petugas persiapan.
“Alhamdulillah, sudah enam bulan kami bekerja di sini,” katanya.

Di sisi lain, pelaku usaha kuliner yang belum terhubung dengan Jargas masih bergantung pada gas tabung. Pemilik Rumah Makan dan Resto Yellow Garden Prabumulih, Richard, mengaku menghabiskan biaya lebih dari Rp.200 ribu per hari untuk kebutuhan gas.
“Kalau saya setiap hari kurang lebih Rp.200 ribuan untuk beli gas,” ujarnya.
Ia berharap usahanya dapat segera terhubung dengan jaringan gas kota untuk menekan biaya operasional.
https://www.instagram.com/reel/DYXLmgsPVig/?igsh=MXU4Y2gwdjR1M3h0OA==




