PRABUMULIH – Kisruh ganti kerugian dampak eksplorasi Rumah Retak (RR) oleh PT.BGP berujung penyanderaan sejumlah kendaraan milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 di simpang 4 Tugu Tani Kelurahan Tanjung Raman, Senin (4/4/22).
Pasalnya ratusan warga Tanjung Raman yang meminta ganti rumah retak tak sesuai dengan kesepakatan pihak perusahaan dan warga terdampak.
Dari pantauan dilapangan sejumlah kendaraan yang melayani PT Pertamina dipaksa parkir dihalaman taman Tanjung Raman tak jauh dari Tugu Tani, hal tersebut sebagai bentuk protes warga kepada pihak perusahaan.
Walikota Kota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih sebagai penengah sudah berapa kali melakukan pemanggilan kepada pihak PT.BGP untuk penyelesaian rumah retak.
“Kita sudah berapa kali mediasi warga dengan perusahaan dan juga mencoba memanggilnya (BGP) tapi mereka tak menanggapi” ucapnya ketika dibincangi di ruang kerjanya.
Ridho menilai seharusnya pihak perusahaan juga memikirkan dampak yang dirasakan masyarakat yang menjadi korban.
Ditempat terpisah, General Manager (GM) Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Sumatera Agus Amperianto mengatakan ekplorasi seismik yang dimenangkan oleh PT BGP sudah ada komitmen untuk diselesaikan dibulan April 2022.
“Harapan saya sih dibulan April ini sudah tuntas komitmen-komitmen ganti rugi yang harus diselesaikan” ucapnya kepada wartawan usai menggelar audensi bersama Walikota Prabumulih.
Disinggung mengenai sanksi kepada pemenang tender seismik Agus mengatakan akan melihat secara keseluruhan kontrak dan kontinuitas pekerjaan yang dilakukan oleh PT.BGP
“Kalau sanksi terhadap komitmen yang sudah mereka (BGP) berikan otomatis itu ada dan kedua kita lihat continuitas nya pekerjaan berikutnya lanjut atau tidak itu akan menjadi bagian evaluasi Pertamina” jelasnya.




