TOPIKBERITA.CO | PRABUMULIH – Mediasi antara Manajemen RS AR Bunda Prabumulih dan Sumarni, orang tua dari Almeera, berlangsung lancar dan berakhir dengan kesepakatan damai. Jum’at, 19 Desember 2025.
Didampingi keluarga, kedua pihak mengikuti proses mediasi secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan komunikasi yang sehat serta saling menghargai.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak menyampaikan penjelasan dan harapan secara langsung. Melalui dialog yang konstruktif, Manajemen RS AR Bunda Prabumulih dan Sumarni sepakat menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan tidak melanjutkannya ke ranah hukum maupun bentuk lain yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga hubungan baik serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Baik pihak keluarga maupun manajemen rumah sakit menilai penyelesaian secara kekeluargaan sebagai langkah paling tepat, tidak hanya bagi para pihak yang terlibat, tetapi juga demi menjaga kenyamanan dan mutu pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
Ke depan, kedua belah pihak sepakat menatap masa depan dengan semangat kebersamaan. Manajemen RS AR Bunda Prabumulih menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan layanan, khususnya dalam aspek edukasi dan komunikasi agar semakin efektif dan humanis.
Sebagai wujud dari kesepakatan damai tersebut, Manajemen RS AR Bunda Prabumulih menyatakan bahwa Ibu Sumarni kini menjadi bagian dari keluarga besar RS AR Bunda Prabumulih. Rumah sakit menerima Sumarni dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati, dan penuh empati.
Melalui kesepakatan ini, Manajemen RS AR Bunda Prabumulih berharap seluruh pihak dapat terus menjaga suasana yang kondusif, menjalin komunikasi secara bijak, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif demi pelayanan kesehatan yang semakin baik di masa mendatang.




