Petro Prabu Perlihatkan Detik-detik Temukan Ilegal Tapping di SPPG Majasari Prabumulih

  • Bagikan
ilegal tapping gas, SPPG Majasari, Petro Prabu, Prabumulih, gas kota Prabumulih, dugaan pencurian gas, Rian Widot, Pertagas, PD Petro Prabu, pipa gas ilegal
Foto : ilegal tapping gas, SPPG Majasari, Petro Prabu, Prabumulih, gas kota Prabumulih, dugaan pencurian gas, Rian Widot, Pertagas, PD Petro Prabu, pipa gas ilegal

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Petugas PD Petro Prabu menemukan jalur pipa gas yang diduga dipasang secara ilegal di kawasan dapur SPPG Majasari, Kota Prabumulih.

Pipa tersebut ditemukan tertanam di dalam tumpukan sampah dan disebut menyala selama 24 jam nonstop. Dari keterangan pihak Petro Prabu, jalur gas itu diduga dipasang tanpa izin resmi dan tidak melalui jaringan meteran sebagaimana mestinya.

Gas tersebut diduga dialirkan menuju area pembuangan sampah yang berada tidak jauh dari dapur MBG untuk membakar sisa bahan produksi dapur.

Direktur PD Petro Prabu, Herianto, mengatakan pihaknya telah menyerahkan seluruh data dan temuan terkait dugaan ilegal tapping tersebut kepada pihak terkait.

Hal itu disampaikan Herianto saat dibincangi di sela kunjungan Direktur Utama Pertamina Gas atau Pertagas.
“Semua data dan temuan sudah kami sampaikan,” ujar Herianto.

Meski sebelumnya beredar informasi adanya dugaan kerugian mencapai ratusan juta rupiah, Herianto menegaskan besaran kerugian akibat dugaan ilegal tapping gas di dapur SPPG Majasari hingga kini masih dalam proses audit oleh PTG Jakarta.

Sebelumnya, Rian Widot selaku pemilik dapur SPPG Majasari Prabumulih Selatan juga telah memberikan klarifikasi terkait dugaan ilegal tapping gas yang sempat ramai diberitakan.

Dalam sebuah video klarifikasinya, Rian meyakini tidak ada praktik tapping ilegal gas seperti yang dituduhkan.

Ia mengaku jalur pipa tersebut telah lebih dulu terpasang sebelum dapur SPPG berdiri. Menurutnya, pemasangan dilakukan oleh pihak PT AWS selaku perusahaan pihak ketiga sebelum jaringan tersebut diambil alih oleh PD Petro Prabu.

Selain dapur SPPG Majasari, informasi yang dihimpun menyebut terdapat tiga dapur MBG lainnya yang masih berkaitan dengan kepemilikan yang sama dan juga dikabarkan memiliki persoalan terkait jaringan gas kota.

Kasus dugaan ilegal tapping gas tersebut kini menjadi perhatian publik dan diharapkan segera mendapat tindak lanjut dari pihak berwenang.

  • Bagikan