PHR Zona 4 Tambah Produksi Minyak 1.400 BOPD dari 3 Sumur Baru

  • Bagikan
PHR Zona 4 tambah potensi produksi minyak dari tiga sumur baru di Sumatera Selatan
Foto : PHR Zona 4 mengembangkan tiga sumur infill baru di Sumatera Selatan yang memiliki potensi tambahan produksi minyak lebih dari 1.400 BOPD.

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional melalui pengembangan tiga sumur infill baru di wilayah Sumatera Selatan.

Pengembangan tersebut menghasilkan tambahan potensi produksi minyak lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD). Ketiga sumur juga memiliki potensi produksi gas lebih dari 4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Tiga sumur yang dikembangkan tersebut yakni KRG-042, DWA-071, dan BNG-081. Ketiganya berada di wilayah kerja Pertamina EP Limau Field dan Pertamina EP Adera Field, yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina.

Pencapaian ini menjadi bagian dari strategi PHR Zona 4 dalam mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi dari lapangan-lapangan yang telah lama berproduksi atau mature field, dengan mengandalkan teknologi, inovasi, serta ketepatan dalam menentukan titik pengeboran.

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan keberhasilan pengembangan tiga sumur tersebut menunjukkan bahwa lapangan migas yang telah lama berproduksi masih memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan.

“Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature,” ujar Reza.

Sumur KRG-042 Berpotensi 777 BOPD

Salah satu sumur yang memberikan kontribusi signifikan adalah KRG-042 yang berada di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, dalam wilayah kerja Pertamina EP Limau Field.

Sumur tersebut dikembangkan dengan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP), yakni sistem pompa bawah permukaan yang dirancang untuk membantu meningkatkan produksi minyak, khususnya pada sumur yang mengalami penurunan tekanan alami.

Pengeboran KRG-042 diselesaikan dalam waktu 25 hari. Berdasarkan hasil uji alir awal pada 16 Juli 2026, sumur tersebut memiliki potensi produksi mencapai 777 BOPD.

DWA-071 Dibor Setelah Enam Tahun

Kontribusi berikutnya berasal dari DWA-071 yang berada di Struktur Dewa, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), wilayah kerja Pertamina EP Adera Field.

DWA-071 menjadi pengeboran pengembangan pertama di lapangan tersebut setelah lebih dari enam tahun sejak pengeboran sumur DWA-070 pada 2019.

Keberhasilan pengeboran DWA-071 didukung interpretasi data 3D Seismik IDAMAN, sehingga penentuan target pengeboran dapat dilakukan dengan lebih presisi.

Setelah melalui proses pengeboran selama 47 hari, sumur DWA-071 mencatat potensi produksi sebesar 375,84 BOPD minyak dan 0,196 MMSCFD gas.

Sementara itu, sumur BNG-081 yang juga berada di Kabupaten PALI berhasil mencatat potensi produksi 264,4 BOPD minyak dan 3,064 MMSCFD gas.

Pengembangan BNG-081 turut didukung hasil survei 3D Seismik Karbela, yang menjadi salah satu dasar dalam mengidentifikasi potensi cadangan migas di kawasan Benuang dan sekitarnya.

PHR Zona 4 Targetkan 83 Sumur Pengembangan

Pjs. General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengatakan tambahan potensi produksi dari tiga sumur tersebut semakin memperkuat optimisme perusahaan dalam mencapai target produksi migas tahun 2026.

Hingga akhir Juli 2026, PHR Zona 4 telah menyelesaikan 40 sumur pengembangan. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 83 sumur hingga akhir 2026.

“PHR Zona 4 akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden di bidang ketahanan energi. Kami terus mencari dan mengembangkan potensi baru melalui pengeboran sumur infill di wilayah kerja kami,” kata Luthfi.

Pada 2026, PHR Zona 4 menargetkan produksi sebesar 30.305 BOPD minyak dan 485,07 MMSCFD gas.

Menurut Luthfi, keberhasilan pengembangan sumur-sumur baru tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknologi dan optimalisasi lapangan mature masih menjadi strategi penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi Indonesia.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan mencapai hasil terbaik,” pungkasnya.

  • Bagikan