PALI, TOPIK BERITA.CO – Miris Warga Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih diputuskan KWH Ampere (PLN) diduga sepihak oleh petugas Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pendopo, Kamis (22/9).
Hal tersebut dikatakan ET pelanggan PLN ULP Pendopo Pali, dirinya menilai petugas PLN diduga tidak lagi mengkonfirmasi ke pemilik rumah saat dirinya sedang bekerja.
“Dirumah cuma ada tiga anak saya jadi mereka tidak mengerti dengan urusan PLN, harusnya konfirmasi dulu ke saya” ujarnya kepada wartawan.
Dari keterangan ET pemilik rumah alasan dirinya belum membayar karena ada ketidak cocokan tagihan yang diberikan ULP Pendopo, dan dirinya hendak komplain tapi KWH nya sudah di putuskan.
Sementara itu, Kepala Manager PLN ULP Pendopo Iman ketika dikonfirmasi terkait pemutusan pelanggan mengaku sedang sibuk.
“Mohon maaf pak lagi rapat zoom meeting” tulisnya kepada media ini seraya mengirimkan stiker SOP Pemutusan PLN”
Ditempat terpisah Imam Supervisor Bidang Penagihan ULP Pendopo Pali dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan telah melakukan pemutusan pelanggan diwilayah Prabumulih.
Menurut Imam pihaknya telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (OSP) ditempat pelanggan namun dirinya tidak mengetahui adanya pemilik rumah atau tidak.
“Saya tidak tau pak kalo itu aku kurang info, karena yang melakukan pemutusan itu tim lain” ucap Imam.
Disinggung mengenai SOP saat hendak melakukan pemutusan dirinya menjelaskan jika pihaknya tidak perlu lagi mengkonfirmasi ke pemilik rumah apalagi ke tetangga sebelah rumah pelanggan.
“Kalau tidak ada pemilik rumah tidak perlu kita (PLN) konfirmasi, tapi kalau ada kita konfirmasi” lanjut Imam.
Sementara dirinya menjelaskan jika pihaknya mengarahkan petugas PLN untuk berprilaku secara humanis kepada pelanggan.
Untuk informasi saat ini pemerintah sedang mengalami oversuplay listrik karena kebanyakan pembangkit listrik yang ada si indonesia sehingga pemerintah berencana menghapuskan Listrik 450VA dan akan diganti ke 900VA.
Dikutip dari berbagai sumber saat ini PLN kelebihan pasokan hingga 6 GW akibat program pembangkit listrik 35.000MW. namun disisi lain masyarakat menengah kebawah kesulitan menanggung beban jika pemerintah bakal menaikan daya listrik dari 450VA ke 900VA.




