MUBA, TOPIKBERITA.CO – Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Guthrie Pecconina Indonesia (GPI) mengembangkan pilot project Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Ramah Anak di SD YPGPI II Bumi Ayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (28/7).
Program yang didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan lingkungan, pembentukan karakter peserta didik, serta mewujudkan sekolah yang ramah anak.
Mengusung tema “Satu Aksi Kecil Selamatkan Bumi”, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas siswa, guru, jajaran perusahaan, perwakilan pemerintah daerah, serta Komite Kesejahteraan pemberdayaan Perempuan (KKPP) PT GPI.
Kegiatan dihadiri oleh Area Controller Sumatera Selatan PT Guthrie Pecconina Indonesia, M. Romdhon, serta Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, Kehutanan dan Konservasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin, H. Adi Candra, S.T., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, M. Romdhon meresmikan Green Project sebagai penanda dimulainya pilot project Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Ramah Anak di SD GPI II Bumi Ayu.
“Kami percaya bahwa pendidikan lingkungan perlu dikenalkan sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan melibatkan anak secara langsung. Melalui Green Project ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter peduli, bertanggung jawab, dan mampu menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar M. Romdhon.
Rangkaian kegiatan meliputi edukasi penanaman pohon, pengelolaan sampah melalui ecobrick, peresmian Green Project, penanaman pohon bersama, penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area Greeny land & Green House penilaian hasil karya ecobrick siswa, serta pemberian apresiasi kepada peserta.
Sebagai bagian dari Green project tersebut, Green House yang dibangun di lingkungan sekolah diharapkan menjadi sarana pembelajaran lingkungan bagi para siswa.
Melalui fasilitas ini, siswa dapat belajar secara langsung mengenai penghijauan, budidaya tanaman, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari.
H. Adi Candra, S.T., M.Si. menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Guthrie Pecconina Indonesia dalam menghadirkan program edukasi lingkungan yang melibatkan siswa secara aktif.
“Kolaborasi seperti ini menjadi langkah positif dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, pilot project ini direncanakan menjadi model yang akan dikembangkan di sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah operasional perusahaan. PT Guthrie Pecconina Indonesia akan menjajaki kolaborasi lebih lanjut bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin dan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin agar program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
Program ini juga mencerminkan komitmen Minamas Plantation melalui PT Guthrie Pecconina Indonesia dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Sebelumnya, PT Guthrie Pecconina Indonesia menjadi salah satu dari lima anak perusahaan Minamas Plantation yang menerima Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture (PAACLA) Award 2026 di Jakarta atas komitmen dan inovasi perusahaan dalam menerapkan praktik pencegahan pekerja anak di sektor perkebunan kelapa sawit.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, PT Guthrie Pecconina Indonesia berharap green project ini dapat menjadi salah satu contoh praktik baik dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, pembentukan karakter, dan sekolah ramah anak secara berkelanjutan.




