PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Ketua Umum LSM Aliansi Prabumulih Menggugat (APM), Santon, mengancam akan menginap selama tujuh hari tujuh malam di depan Kantor DPRD Prabumulih jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Ancaman itu ia sampaikan usai menggelar aksi massa yang diikuti lebih dari 300 peserta. Dalam aksi tersebut, APM mendesak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Prabumulih bersama PT PDC untuk membatalkan seluruh hasil rekrutmen tenaga kerja.
Santon menilai proses rekrutmen tidak transparan dan tidak melibatkan pihak independen secara maksimal.
“Kami minta proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan. Harus melibatkan pihak independen seperti kepolisian, media, serta tenaga profesional sesuai bidangnya. Tes juga wajib tertulis dan terbuka,” tegas Santon kepada wartawan.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya akan kembali memperjuangkan tuntutan tersebut melalui forum resmi.
“Pada 29 April nanti kami akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Prabumulih. Dalam RDP itu kami akan menuntut keterbukaan penuh dalam proses rekrutmen. Total ada 25 poin tuntutan yang akan kami sampaikan,” jelasnya.
Santon menegaskan, jika hasil RDP tidak sesuai harapan, pihaknya siap melanjutkan aksi dengan menginap di depan kantor DPRD sebagai bentuk tekanan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Prabumulih, H. Sanjay Yunus, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan seluruh proses rekrutmen sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami sudah melibatkan pihak kepolisian dan bahkan bersurat secara resmi. Yang hadir saat itu Kasat Intel. Selain itu, proses juga kami siarkan langsung melalui media sosial, jadi semuanya terbuka dan bisa dilihat publik,” jelas Sanjay.
Perbedaan pandangan ini berpotensi memicu aksi lanjutan jika tidak segera menemukan titik temu antara kedua pihak.




