PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Tim Pemburu Rehabilitasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih kembali menggelar kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di sejumlah titik rawan di kota nanas.
Kegiatan berlangsung sejak selasa pagi, 28 April 2026 menyasar kawasan padat aktivitas masyarakat, di antaranya sekitar Pasar II, Gang Pagar Alam, serta wilayah Talang Jimar.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya BNN dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Prabumulih. Dari hasil pemeriksaan acak terhadap warga, petugas menggunakan sembilan alat tes urine.
Hasilnya, lima di antaranya menunjukkan indikasi positif penggunaan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Bahkan, satu orang diketahui menggunakan dua jenis narkotika sekaligus.
Dari total lima orang yang terdeteksi positif, tiga orang diamankan di kawasan sekitar pasar, sementara dua lainnya ditemukan di wilayah Talang Jimar.
Seluruhnya telah dibawa ke kantor BNN Kota Prabumulih untuk menjalani proses asesmen guna menentukan langkah rehabilitasi yang sesuai.
Adapun identitas kelimanya yakni WTD (39), perempuan, status menikah, warga Kelurahan Sukaraja, T.W (38), perempuan, status menikah, warga Kelurahan Sukaraja.
Kemudian K (30), laki-laki, status menikah, warga Kelurahan Majasari, N (39), laki-laki, status menikah, warga Kelurahan Mangga Besar, serta P (43), laki-laki, status belum menikah, warga Kelurahan Pasar II Kota Prabumulih.
“Dari lima orang yang diamankan, salah satunya berinisial P (43) mengaku berprofesi sebagai wartawan yang bertugas di Kota Prabumulih” sebut Kepala BNN Prabumulih.
Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Pauziah, menegaskan bahwa kegiatan deteksi ini merupakan langkah nyata dalam menekan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
“Kami memiliki tim pemburu rehabilitasi yang secara rutin turun ke lapangan melakukan deteksi dini. Dari hasil hari ini, terlihat bahwa penyalahgunaan narkoba masih cukup tinggi, sehingga upaya pencegahan dan rehabilitasi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan rehabilitasi menjadi prioritas bagi para pengguna agar dapat pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat.
BNN Kota Prabumulih mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing, sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan kota yang bersih dari narkotika.




