PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Melihat sejauh mana perusahaan minyak ini mendukung banyak program lingkungan yang hingga saat ini masih berdampak positif bagi masyarakat diwilayah operasional dan bahkan memberikan efek nyata bagi para volunteer yang dibimbing hingga berkembang untuk mandiri. Untuk menjelajah lebih dalam seberapa hebat campur tangan Pertamina Asset 2, yang kini berubah nama menjadi Pertamina Hulu Rokan Zona 4 (PHRZ-4) merubah tumpukan sampah bernilai ekonomis melalui tangan-tangan pemuda Kelurahan Gunung Kemala yang dulu Berjaya di masanya. Rabu 25 Oktober 2023.
Delapan tahun silam pada tanggal 05 Agustus 2015, Dua Puluh pemuda yang berasal dari kampung yang memiliki cadangan ribuan barrel minyak bumi yang hingga kini masih eksis melakukan pemboran minyak diwilayah tersebut. Karang Taruna Gunung Kemala adalah bukti nyata totalitas Pertamina memberikan sumbangsi, tak hanya materi juga pemikiran yang diberikan melalui pelatihan-pelatihan kepada pemuda berjiwa sosial tinggi.
Pelatihan pemberdayaan masyarakat dibidang lingkungan yang dilakukan pertamina dampaknya begitu luar biasa. Dengan mengenalkan Bank Sampah Prabumulih yang digawangi Siti Zulaiha dan kawan-kawan membuka dunia melalui pengetahuan tentang lingkungan yang dapat bernilai ekonomis. Sejak saat itu pemuda Gunung Kemala diberikan fasilitas lengkap sebagai penunjang kerja mengelola sampah.

Bank Sampah Prabumulih (BSP) yang di dirikan pada tanggal 11 Desember 2013 oleh enam pemuda asal Prabumulih yakni Siti Zulaiha, Dadi Prayogi, Desi Fajarini, Desi Laylasari, Agus Setiadi dan Alamsyah yang memulai aksi mengajak warga untuk mengumpulkan sampah hingga menjadi nilai ekonomis, yang hingga saat ini nama BSP sudah dikenal lebih luas berkat dorongan dari berbagai pihak.
Dari perkenalan BSP dan Karang Taruna terbentuklah program anyar untuk pemuda Gunung Kemala yang sepenuhnya difasilitasi PT Pertamina HRZ4. Dengan bekal pelatihan dan fasilitas dari perusahaan, pemuda gagah itu mulai menerapkan ilmu yang didapat dengan membentuk unit-unit bank sampah baru di Kelurahan Gunung Kemala.

Sejak saat itu, ratusan peserta yang menabung di bank sampah unit Gunung Kemala yang merupakan kemitraan PT Pertamina, berhasil mengumpulkan 160 kg sampah dihari pertama program dijalankan. Dampak dari program tersebut terlihat nyata, puluhan masyarakat di Gunung Kemala berlomba-lomba menyetorkan sampah meraka menjadi nilai ekonomis.
Tugas Karang Taruna yang disebut Volunteer hanya melakukan pemilahan jenis sampah yang memiliki nilai yang berbeda-beda seperti harga botol berbeda dengan harga kertas dan kardus, yang nantinya dilakukan penimbangan serta dilakukan pencatatan pembukuan.
Sejak saat itu wilayah Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan berhasil mengumpulkan ratusan ton sampah yang bisa ditukar menjadi uang. Tak tanggung nilainya mencapi Rp.11 jutaan dalam setahun dari sampah yang awalnya tak memiliki nilai. Ditepian kampung yang dulunya menumpuk sampah bekas air mineral dan kardus, sejak program kemitraan Pertamina diterapkan setiap orang berlomba-lomba mencari sampah dan bahkan setiap rumah warga seolah menjadi pemulung.

Ternyata, program itu diakui berhasil menjadikan wilayah Gunung Kemala bersih dari tumpukan sampah. Bukan sekedar itu saja anggota Karang Taruna yang diketuai oleh Taufik berhasil mendapatkan penghargaan dari berbagai instansi seperti halnya dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih, Bank Sampah Induk Prabumulih, PT Pertamina dan pengakuan dari masyarakat Kota Prabumulih.
Perjuangan PT Pertamina yang tidak mudah, membentuk pola fikir anak muda yang sejatinya masih menikmati dunia bebas dan keras. Tapi meraka berhasil memaksa menuju jalan pikiran yang positif hingga berbuah manis dengan kesuksesan Program Bank Sampah.
Hingga saat ini PT Pertamina telah banyak membentuk unit baru Bank Sampah diwilayah kerjanya, seperti Limau Field tahun 2022 silam telah membentuk Bank Sampah di Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kabupaten Muara Enim.




