PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Pemerintah Kota Prabumulih terus melakukan pembenahan tata kelola keuangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih. Salah satu capaian yang berhasil diraih adalah berkurangnya beban utang rumah sakit yang sebelumnya mencapai sekitar Rp31 miliar sebelum masa kepemimpinan Wali Kota Prabumulih H. Arlan.
Wali Kota Prabumulih H. Arlan mengungkapkan, selama sekitar 1,5 tahun masa kepemimpinannya, total utang RSUD berhasil ditekan hingga sekitar Rp20 miliar, termasuk penyelesaian utang yang terus berjalan.
Hal tersebut disampaikan H. Arlan usai memimpin rapat bulanan bersama seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih yang berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih.
“Alhamdulillah, utang RSUD yang sebelumnya sekitar Rp31 miliar kini sudah jauh berkurang. Selama kurang lebih satu setengah tahun ini, sekitar Rp20 miliar sudah berhasil kita selesaikan, termasuk utang yang berjalan,” ujar Arlan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Prabumulih menargetkan seluruh kewajiban keuangan RSUD dapat diselesaikan pada tahun depan. Target tersebut akan dicapai melalui berbagai langkah efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Arlan menjelaskan, efisiensi menjadi salah satu strategi utama dalam memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit. Langkah tersebut juga sejalan dengan masukan yang diterima Pemerintah Kota Prabumulih saat mengikuti rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
“Saat rapat dengan KPK, kami juga mendapat arahan agar pengelolaan keuangan dilakukan lebih efisien dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah penataan sistem penghasilan pegawai. Menurut Arlan, ke depan pegawai tidak diperkenankan menerima dua jenis tambahan penghasilan secara bersamaan.
“Pegawai nantinya tidak boleh lagi menerima dua tambahan penghasilan sekaligus. Harus memilih, apakah menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau skema remunerasi melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ini bagian dari upaya efisiensi anggaran,” tegasnya.
Pemerintah Kota Prabumulih berharap langkah tersebut mampu memperkuat kondisi keuangan RSUD sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, sekaligus mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.




