Adaptasi Tingkah Laku Hewan Nocturnal dalam Menghadapi Perubahan Cahaya Bulan

  • Bagikan
Foto : Alnisah Fitri / Kukang salah satu hewan yang aktif bergerak mecari makan atau beraktifitas di malam hari

KARYA ILMIAH, TOPIKBERITA.CO – Di dunia ini banyak sekali jenis hewan ada yang aktif saat matahari muncul ada pas beberapa hewan yang melakukan berburu cari makan di malam hari menciptakan ritme alam yang mempengaruhi kehidupan di bumi ,termasuk hewan ,atau tidak adanya matari.nokturnal, istilah dari untuk jenis hewan yang lebih banyak menghabiskan aktifitas di malam hari , adalah aktif di siang hari bernama (diurnal)dan di malam hari (nocturnal)( SARI, Purwita, et al.2023).Adapun hewan nocturnal sensivitita terhadap cahaya rendah .

oleh sinar matahari,di mana pengaruh matahari ini menghambat penggelihatan hewan nokturnal sehingga pada hewan nokturnal condong baik saat melihat di malam hari karna cahayanya tidak terlalu silau / terang kalau dimalam hari tidak terlalu menyengat teranyan dari pada matahari .dan adaptasi hewan nokturnal pada rentina matanya berbeda pada hewan yang aktif di malam hari.(AFITAH,Afitah, et al. 2020).

Dan untuk mencari makanan hewan nocturnal mengunakan rangsangan cahaya ,maupun rangsangan yang dibuat hewan akan di mangsa oleh predator ,dan rangsanga terhadap lingkunganya.( SARI, Purwita, et al.2023).Dan cara aspek adaptasi pada hewan nokturnal ,hewan nikturnal kebanyakan istirahat dari pada aktif di pagi hari mereka istirahat baru di malam hari mereka berburu untuk memenuhi kebutuhan hidupnnya.Dan bahkan hewan yang masuk kelompok nokturna bisa melakukan perkawinal dimalam hari ,ada yang mengunakan suara,ada juga yang menggunakan suatu sensor yang ada di tubuh mereka untuk mengetahui pasangaannya.

Mereka mempunyai keunikan yang nocturna maupun yang tidak nocturnal. Bahkan indra yang sangat tajam khususnya mata yang besar,telinga yang sangat tajam dan peka terhadap lingkungan sekitarnya dan penciuman yang sangat tajam.ada pun hewan nokturnal pada malam hari suhunya dingin ,sehinga hewan tidak  kepanasan dari pada pagi hari .Dan untuk menghindari perebutan makan sesama peredator lainnya.mangasanya lebih mudah ditemukan saat mangsa beristirahat di malam hari.Adapun hewan nokturnal yang saya temukan di beberapa refrensinya seperti.

PEMBAHASAN

Jadi hewan nocturnal hanya aktif di malam hari ,hewan nocturnal memiliki perilaku yang unik di malam hari dan kegiatan hewan nokturnal tidak berbeda dengan kegiantan hewan yang berperilaku di siang hari. Retina mata hewan nokturnal merupakan jenis jenisjaringan saraf yang mencakup semua bola mata dan berfungsi untuk mengirimkan informasi ke otak .dari​​​Jaringan saraf yang meliputi seluruh bola mata dan berfungsi menyampaikan informasi ke otak Seperti goa yang lembam dan tidak mudah di tembus oleh cahaya matahari dan tempat- tempat gelap yang tidak terjangkau lainnya.dan ada beberapa hewan dalam golongan nocturnal :

  1. Mamalia hewan yang menyusui seperti landak ,kucing ,rubah ,kelelawar ,koala,dan masih banyak lagi
  2. Burung hewan terbang seperti beberapa jenis burung, burung hantu ,dan burung nightjar.
  3. Reptil hewan vertebrata berdarah dingin yang memiliki sisik di seluruh tubuhnya seperti beberapa jenis ular dan beberapa spesies kadal.
  4. Amfibi hewan yang hidup di dua tempat darat dan air seperti beberapa jenis kodok dan katak
  5. Serangga hidupnya berkoloning atau banyaak seprti kumbang ,ngegat ,dan beberapa jenis jangkrik.

Misal burung memiliki keunikan bisa menghindari dari peredator yang ingin memangsanya dan mepermudah bersembunyi dan tidak menabrak ojek di lewatinya,memiliki suaranya dimensi faktal. Yang lumayan menakuti peredator di malam hari maupun manusia.Dan hewan seperti mamalia,serangga ,reftil,amfibi mereka memiliki ciri khas masing -masing yang bisa di bedakan dari hewan noktunalnya.Kelebihan dan kekuranganya Hewan Nokturnal Menghadapi Perubahan Cahaya Bulan:

  • Kelebihanya
  • Adaptasi mata yang baik
  • Ritme surkadian yang flesibel memungkinkan mereka menyesuaikan perubahan siklus bulan
  • Strategi pembueuan mangsa lebih mudan dan efisien
  • Mengurangi persaingan
  • Jadwal tidur yang flesibel
  • Mata super atau mata yang sensitif terhadap pada cahaya redup bulan.
  • Kekurangan
  • Ketergantuan dengan Cahaya matahari
  • Rentan terhadap perubahan lingkungan
  • Lebih mudah terdektesi mangsa yang sesame nocturnal
  • Sulit peradaptasi dengan perubahan mendadak sinar bulan yang ditutupi oleh awal.
  • Rentannya perubahan cuaca seperti hujan ataupun bencana alam
  • Konflik dengan manusia.

Dan hewan nokturnal pun meliki keunikan maupun kekurang ,kelebihan sebagai hewan penguasa malam hari.

KESIMPULAN

Hewan nokturnal adalah makhluk hidup yang telah beradaptasi untuk aktif pada malam hari. Kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh siklus bulan, terutama intensitas cahayanya. Adaptasi mata yang unik memungkinkan mereka melihat dengan baik dalam kondisi minim cahaya, namun mereka juga rentan terhadap perubahan mendadak dalam intensitas cahaya bulan.

DAFTAR PUSTAKA

Afitah, A., Fitrianti, A. R., Widayati, E. D., Pamira, I., Muasaroh, M., & Ujilestari, T. (2020). Strategi Adaptasi Retina Mata Hewan Nokturnal Terhadap Kemampuannya Melihat dalam Gelap . NECTAR: Jurnal Pendidikan Biologi, 1(2), 14-20.

Arianti, L. A., & Mubarakati, N. J. (2023). Analisis Pengaruh Pemberian Polusi Cahaya Terhadap Pola Makan Jangkrik. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang, 1(1), 14-21.

Burhanuddin, A. I. (2024). Biologi kelautan. Penerbit Andi.

Dewi, A. S., & Juniati, D. (2023). klasifikasi burung nokturnal berdasarkan suara menggunakan dimensi fraktal higuchi dan k-nearest neighbor. Jurnal Riset dan Aplikasi Matematika (JRAM), 7(2), 177-194.

Malado, M., Purnamasari, R., Nuryono, N., Monica, R. D., Lestari, S., Bahri, S., … & Faizah, H. (2024). Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pertanian. CV. Gita Lentera.

Rahma, U. Y. (2023). Keanekaragaman Collembola Pada Perkebunan Kakao (Theobroma Cacao L.) Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie Sebagai Referensi Mata Kuliah Ekologi Hewan (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Fakultas Tarbiyah dan Keguruan).

SAHLIANI, A. (2024). Kelayakan Finansial Usaha Pembenihan Lele Sangkuriang (Studi Kasus Petani Ikan di Kecamatan Sadananya) (Doctoral dissertation, Universitas Siliwangi)

Sari, P., & Purwanti, D. Y. (2023). Keanekaragaman serangga malam (Nocturnal) di Desa Teluk Bogam Pakalan Bun. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 15(1), 54-62.

Sofyan, R. (2023). Rancang Bangun Sistem Deteksi Binatang Penyebab Gangguan Distribusi Listrik Jaringan Sutm Berbasis Internet Of Things (IoT).

Widiantari, N. K. (2020). Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Ganesha).

  • Bagikan