Asgianto, Bupati PALI Tuai Kritikan Usai Beli Mobil Dinas Mewah

  • Bagikan
Foto : Belum Enam Bulan Menjabat, Bupati dan Wakil Bupati PALI Dihujani Kritik Soal Penggunaan Anggaran.

PALI, TOPIKBERITA.CO – Baru beberapa bulan memimpin Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Bupati Asgianto ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji SH menghadapi gelombang kritik publik. Sorotan tajam mengarah pada sejumlah kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran. Kamis, 7 Agustus 2025.

Salah satu isu yang paling menyita perhatian publik adalah pengadaan mobil dinas mewah jenis Toyota Land Cruiser dan Toyota Lexus. Kebijakan tersebut dinilai mencederai semangat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran negara. Kendaraan tersebut disebut sebagai fasilitas tamu VVIP Pemkab PALI.

Tak hanya itu, pelaksanaan rapat kerja jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di hotel di Palembang juga turut disorot sebagai bentuk pemborosan anggaran.

Dikutip dari tribunsunsel.com Bupati Pali menanggapi kritik yang terus mengalir, Bupati Asgianto memberikan klarifikasi bahwa sebagian besar program yang saat ini berjalan merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya.

“Sangat tidak logis kalau kami disalahkan atas program yang bukan kami rancang. Ini masih bagian dari warisan tahun sebelumnya. Kami baru akan mulai dengan program kami sendiri di APBDP 2025 dan APBD 2026,” tegas Asgianto, Kamis (7/8/2025).

Meski menjadi sasaran kritik yang menurutnya tidak tepat sasaran, Asgianto menyikapinya dengan tenang. Ia menyebut kritik sebagai bagian dari proses demokrasi dan mengajak masyarakat untuk menjaga iklim kondusif demi keberlanjutan pembangunan.

“Saat ini kito masih neruske gawe yang lamo. Mohon bersabar dan mari bersama kita jaga suasana agar tetap kondusif, agar pembangunan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya menyejukkan.

Wakil Bupati Iwan Tuaji SH juga angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak akan terjebak dalam polemik yang tidak produktif, melainkan lebih memilih membuktikan diri lewat kerja nyata.

“Kami sangat selektif saat ini. Setiap penggunaan anggaran akan diawasi ketat. Hanya program yang berdampak nyata bagi masyarakat yang akan kami jalankan,” tegas Iwan.

Lebih lanjut, Iwan menilai bahwa PALI saat ini tengah berada dalam momentum emas. Menurutnya, iklim politik dan sosial yang stabil menjadi faktor penting dalam menarik minat para investor.

“Kami ingin PALI menjadi rumah yang nyaman bagi investor. Karena kalau investasi masuk, ekonomi akan tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Iwan mantap.

  • Bagikan