Cerita dr.Rachman Sempat Dirugikan Pegawainya 300 Juta Karena Kelalaian

  • Bagikan
Foto : Pemilik RS Bunda Prabumulih, dr. Rachman, memberikan keterangan dihadapan anggota DPRD Kota Prabumulih.

PRABUMULIH,TOPIKBERITA.CO – Pemilik RS Bunda Prabumulih, dr. Rachman, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti seluruh arahan dan permintaan dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih terkait perbaikan manajemen rumah sakit. Menurutnya, perubahan besar telah dilakukan. Seni, 4 Agustus 2025.

“Saya sudah menerbitkan Surat Keputusan (SK) penggantian seluruh jajaran manajemen RS Bunda, dan hari ini SK itu sudah saya tandatangani,” ungkap dr. Rachman dalam keterangannya kepada awak media.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menghadirkan konsultan khusus untuk membantu penataan ulang sistem manajemen rumah sakit agar lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan.

Meski telah melakukan langkah-langkah perbaikan, dr. Rachman tidak menampik bahwa selama ini sudah banyak peringatan diberikan kepada pegawai yang dinilai melanggar aturan dan etika kerja. Bahkan, beberapa pegawai telah dijatuhi sanksi hingga Surat Peringatan (SP) 3.

“Ada satu kasus di mana seorang karyawan merugikan rumah sakit hingga Rp300 juta akibat kelalaian dalam pengelolaan kelistrikan. Tapi manajemen masih memberi pertimbangan untuk tidak langsung memberhentikannya,” tuturnya.

Untuk informasi, saat ini lebih dari 500 pegawai menggantungkan hidupnya dari RS Bunda. dr. Rachman mengaku sempat mendapat keluhan dan kekhawatiran dari pegawainya terkait nasib mereka jika terjadi hal yang tidak diinginkan oleh kasus tersebut.

“Rumah sakit Bunda itu mempekerjakan pegawai lebih dari 500 pak, hampir 600 pegawai, jadi mereka mengeluh, bagaimana kita pak, kalau bapak bisa saja punya rumah sakit lain di Lubuk Linggau, di Lahat” jelasnya

Di tengah dinamika yang terjadi, dr. Rachman juga mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan Wali Kota Prabumulih, H. Arlan. Bahkan, menurutnya, sudah dua kali ia menemui wali kota di kediamannya.

“Pertemuan itu berlangsung baik, suasananya hangat dan cair,” ujarnya menutup pembicaraan.

  • Bagikan