Jelang Lebaran, Pekerja Gedung Dekranasda Prabumulih Ngeluh Gajih Macet

  • Bagikan
Jelang Lebaran, Pekerja Gedung Dekranasda Prabumulih Ngeluh Gajih Macet
Foto : Jelang Lebaran, Pekerja Gedung Dekranasda Prabumulih Ngeluh Gajih Macet

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.co – Sejumlah pekerja kuli bangunan yang mengerjakan pengecoran Gedung Dekranasda di kawasan Islamic Center Kota Prabumulih mengeluhkan pinjaman kerja yang belum mereka terima.

Keluhan tersebut viral di media sosial setelah para pekerja menyampaikan curahan hati mereka terkait kondisi yang dialami.

Para pekerja menjalankan pekerjaan pengecoran di Gedung Dekranasda yang berada di kawasan Islamic Center, Jalan Lingkar, tepat di depan SMAN 7 Kota Prabumulih.

Mereka mengajukan pinjaman kerja kepada mandor dan pihak pemborong sejak Senin, 9 Maret 2026. Namun hingga Sabtu dini hari, 14 Maret 2026, para pekerja mengaku belum menerima pencairan pinjaman tersebut.

Pekerja Mengaku Hanya Ingin Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Para pekerja menegaskan bahwa mereka mengajukan pinjaman bukan untuk kepentingan berlebihan. Mereka membutuhkan pinjaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bekerja.

Selain itu, para pekerja juga membutuhkan uang tersebut untuk membeli bahan makanan bagi keluarga di rumah.

“Kami hanya ingin sesuap nasi untuk anak dan istri. Pinjaman yang kami ajukan bukan untuk mengejar kekayaan, tetapi untuk kebutuhan dasar hidup kami,” sebut salah satu pekerja kepada media ini.

Lima Hari Menunggu Kepastian
Para pekerja mengaku menunggu pencairan pinjaman tersebut selama lima hari. Mereka tetap bekerja sambil berharap mandor dan pihak pemborong segera memberikan kepastian.

Menurut para pekerja, kondisi tersebut membuat mereka kebingungan karena kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi setiap hari.

Pekerja Harapkan Solusi

Melalui pesan yang viral di media sosial, para pekerja meminta Mandor Oong dan pihak pemborong segera mencairkan pinjaman yang mereka ajukan.

Mereka juga berharap pihak terkait membuka komunikasi yang lebih baik agar persoalan seperti ini tidak kembali terjadi.

Hingga berita ini terbit, pihak mandor maupun pemborong belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para pekerja tersebut.

  • Bagikan