PRABUMULIH,TOPIK BERITA.CO – Tunggakan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Prabumulih terus membengkak dan kini mencapai sekitar Rp125 miliar. Setiap bulan, angka tunggakan bertambah sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp1,7 miliar.
Lonjakan tunggakan ini menekan keuangan program jargas dan menghambat pengembangannya.
Plt Direktur PD Petro Prabu, Herianto, kepada wartawan menegaskan kondisi ini harus segera ditangani. Ia menyebut tingginya tunggakan menjadi penghambat utama dalam menghadirkan manfaat program gas bagi masyarakat.
“Kalau ini tidak segera kita selesaikan, kita akan kesulitan menghadirkan kesejahteraan melalui program gas ini,” ujarnya.
Tunggakan Menumpuk di Tiga Wilayah
Ribuan pelanggan masih menunggak pembayaran di sejumlah wilayah:
- Prabumulih Timur: sekitar 10.561 pelanggan
- Prabumulih Barat: sekitar 7.000–8.000 pelanggan
- Prabumulih Utara: sekitar 5.000 pelanggan
Jumlah tersebut terus menekan arus keuangan dan operasional program jargas.
Hambat Pengembangan dan Perluasan Jaringan
Tunggakan yang tinggi membuat pemerintah kesulitan memperluas jaringan dan meningkatkan layanan. Rencana penambahan sambungan baru masih bergantung pada kebijakan Pertagas.
Di sisi lain, biaya pemasangan baru sebesar Rp4,5 juta sesuai ketentuan PTGN juga menjadi tantangan bagi masyarakat.
Pemkot Genjot Penagihan dan Penertiban
Pemerintah menargetkan penyelesaian persoalan ini dalam tiga bulan ke depan. Tim akan mempercepat penagihan, memperbaiki sistem distribusi, serta menindak praktik ilegal seperti sambungan liar.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk disiplin membayar tagihan agar program jargas tetap berjalan dan berkembang.
“Kalau masyarakat patuh, program ini bisa berkembang cepat, bahkan peluang subsidi bisa terbuka,” tegas Herianto.




