Hulu ke Hilir, Peran Pertamina Seret Serat Nanas Prabumulih Go Internasional

  • Bagikan
Foto : Comdev Officer CSR, Hengky Rosadi kunjungi kelompok Tenun Serat Nanas Riady, yang disambut langsung Rita selaku pemilik usaha, Senin, 30 Oktober 2023.

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Dipenghujung tahun 2019, isu soal virus Covid-19 menyebar luas dari Wuhan, China. Pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan virus mematikan itu telah menjangkiti dua warga Indonesia di kota Depok, Jawa Barat.

Pandemi global itu telah merusak semua lini ekonomi di Indonesia. Salah satu contoh kecil, Kelompok Tenun Serat Nanas Riady, yang berada di Jalan Cendrawasi Rt.02 Rw.05 Blog E Perumnas Griya Sejahtera, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih Sumatera Selatan, yang menjadi korban ganasnya dampak Covid-19 bagi usaha yang dirintis sejak tahun 2008.

“Kalau basic kita memang dari tenun sejak tahun 2008, dua tahun kita vakum tidak ada kegiatan” ujar Rita Mulyadi, pemilik usaha tenun serat nanas.

Cerita Rita Mulyadi, berawal dari Dinas Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Prabumulih mengadakan penelitan, untuk mesin Decorticator daun serat nanas menjadi serat. Selama satu minggu dirinya bersama kelompok mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Balitbang juga memberikan pelatihan tenun ATBM Kedogan (Alat Tenun Bukan Mesin).

“Kita pelatihannya sembunyi-sembunyi karena tidak boleh berkumpul waktu covid-19” lanjut Rita, seraya mengatakan hingga tahun 2020 – 2021 aktivitasnya lumpuh total tanpa kegiatan.

Foto : Walikota Prabumulih Ir.H Ridho Yahya, MM mendukung  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Prabumulih dengan mengajak masyarakat untuk membudidayakan tanaman nanas lokal.

Dukungan Pemerintah

Dipenghujung tahun 2021, Pemerintah Kota Prabumulih diwaktu kepemimpinan Ir.H.Ridho Yahya, MM kembali menggalahkan pemanfaatan limbah daun nanas, menjadi produk yang inovatif. Ditahun 2022, Pemerintah Kota Prabumulih secara intens mengajak masyarakat untuk mengolah limbah daun nanas, menjadi serat benang yang nantinya dijadikan bahan pakaian. Tak tanggung-tanggung di kepemimpinan Ridho Yahya, Pemerintah mengirimkan contoh bahan dari serat daun nanas yang di produksi sendiri ke PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk dilakukan penelitian.

Dan bahkan, pemerintah juga mengirimkan sampel serat daun nanas ke Singapura dan dua negara Eropa dengan harapan menjadi daya tarik sebagai bahan pakaian sehingga bisa di ekspor keluar negeri.

“Serat daun nanas sedang tahap penelitian di PT Sritex, kemarin kita mohon diteliti, kita pakai baju yang bahannya dari benang daun nanas” ucap Ridho Yahya

Dukungan dan promosi pemerintah yang penuh, menjadikan kelompok pengrajin tenun serat daun nanas Riady, bisa bernafas lebih panjang.

“Selama ini kulit nanas yang terbuang percuma, yang selama ini untuk pakan ternak, kita jadikan pewarna baju bahkan kita sudah ikut Fashion Show dimana-mana, warna dari nanas ini benar-benar menarik” lanjut Mantan Walikota dua periode ini.

Foto : Ir.H Ridho Yahya, MM mantan Walikota Prabumulih dua periode dikediamannya, Selasa 31 Oktober 2023.

Masih kata Ridho, daun nanas Kota Prabumulih setelah melalui proses uji, daun nanas asal Prabumulih merupakan yang terkuat di dunia. Hal itu menurutnya, terlihat dari permintaan pasar Singapura, Malaysia dan Wilayah Eropa meminta Prabumulih untuk eksport serat nanas  2 ton perbulan.

“Negara-negara luar mampu menampung, artinya serat nanas Prabumulih bahkan Singapur meminta 2 ton serat nanas perbulan, tapi kita hanya mampu 2 kg, artinya ini pangsa yang sangat menarik dan memberikan kesempatan bagi usaha tenun” jelas pria yang gemar berolahraga itu.

Semakin eksis pemanfaatan daun nanas di Kota Prabumulih, menjadi serat hingga menjadi benang dan produk jadi seperti kain, membuat kelompok ini mendapat kesempatan, untuk ikut ambil bagian dari program pemerintah memproduksi produk dari limbah daun nanas.

Foto : Hengky Rosadi, Comdev Officer CSR Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Prabumulih Field bekomunikasi dengan Rita, pemilik Mitra Binaan Tenun Serat Nanas Riady. Senin, 30 Oktober 2023.

Keterlibatan PT Pertamina HRZ4 Prabumulih Field

Selain memperkuat strategi untuk menurunkan emisi dalam menjalankan operasional secara ramah lingkungan (Pertamina Go Green),  Pertamina juga memperkuat langkah dan ekspansi bisnis mancanegara dari sisi Hulu sampai Hilir (Pertamina Go Digital). Melihat potensi Kelompok Tenun Serat Daun Nanas Riady, PT Pertamina HRZ4, Prabumulih Field melalui Comdev Officer CSR, Hengky Rosadi melakukan kunjungan untuk memperkuat inovasi bisnis dan membangun kolaborasi baik dilingkungan internal maupun eksternal, serta menjalankan peran sebagai lokomotif perekonomian dan industri Nasional (Go Productive & Efficient). Potensi itu dimiliki oleh kelompok Tenun Serat Daun Nanas Riady

“Jadi kita memang mencari, ada laporan Social Mapping namanya, jadi sebelum membuat program CSR menjadi Program, kita itu ada beberapa metode” jelas Hengky Rosadi. Senin (30/10/2023)

Dengan tujuan menyelamatkan lingkungan, PT Pertamina Prabumulih Field sebelumnya berfokus ke Hulu, terkait pengelolaan nanas yang bahan bakunya sangat berlimpah. Ditahun 2021, sebut Hengky, PT Pertamina HRZ4 terus melakukan Pemberdayaan masyarakat di pemanfaatan serat daun nanas menjadi serat benang, dengan melakukan pendampingan, pelatihan dan memberikan bantuan berupa mesin Decorticator, atau mesin pemisah serat dan daging daun nanas. Program Hulu pengolaan daun nanas bermitra dengan kelompok tani Tunas Jaya itu, mengahsilkan serat benang yang bagus dan mampu menarik investor asing dari Singapura dan Taiwan.

Keberhasilan di Hulu tak membuat puas Comdev Officer CSR Pertamina HRZ4 Prabumulih Field, Hengky Rosadi. Selain untuk penyelamatan lingkungan, Pertamina mencoba memadukan nilai budaya lokal Prabumulih dengan ikon kota Nanas.

“Ditahun kedua kita itu berfikir, selain untuk penyelamatan lingkungan kenapa tidak kita padukan dengan budaya lokal, dengan ikon Kota Prabumulih kan nanas”lanjut Hengky.

Dengan tujuan mengangkat ikon kota nanas, Kelompok Tenun Serat Nanas Riady menjadi mitra yang tepat untuk menjalankan program tersebut. Pemilihan kelompok ini berdasarkan Social Mapping (Pemetaan Wilayah), untuk menggali potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni sesuai kebutuhan program.

Masih kata Hengky, Produk hasil karya kelompok ini dipasarkan diberbagai event diluar wilayah Prabumulih, dan bahkan produk Tenun Serat Nanas Riady, dijadikan souvenir disetiap kegiatan PT Pertamina Prabumulih Field sebagai branding produk lokal.

“Allhamdulillah untuk produk, kita yang lebih unggul, kita sudah jadi baju, jadi tas, tajak dibanding produk serat nanas asal Subang, Jawa Barat” ucapnya.

Foto :Zulfa (24), Ibu Rumah Tangga (IRT) sebagai Pengrajin (penenun) serat daun nanas, bersama Kelompok Tenun Serat Nanas Riady

Dampak Positif Bagi Ekonomi

Dampak positif dari kemitran ini, mampu mengubah sisi ekonomi warga sekitar, seperti halnya Zulfa (24), seorang Ibu rumah Tangga (IRT) beralih profesi menjadi penenun serat nanas yang telah bekerja setahun terakhir. Dengan upah perpotong (tenun) Rp.150 ribu perdua meter, yang mampu dikerjakannya selama dua hari.

“Sekarang ada penghasilan sendiri sejak menjadi pengrajin tenun, kadang seminggu dapat lima meter kain yang ditenun, kalau yang sudah biasa” ucap Zulfa.

Ibu satu anak ini, sangat bergantung dengan pekerjaannya sebagai pengrajin (Penenun) untuk membantu ekonomi keluarga.

Senada dengan Samsia, warga Inderalaya, Ogan Ilir itu, kesehariannya bekerja sebagai penenun, dirinya mampu menenun satu meter perhari yang dihargai Rp.65 ribu permeter.

“Hampir dua tahun bergabung dengan buk Rita, kalau satu hari bisa satu meter dengan bekerja mulai jam 8 pagi sampai 4 sore” jelas Samsia, yang merupakan mantan penenun kain songket Palembang itu.

Dengan dorongan dari Mitra Binaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Prabumulih Filed. Pengrajin tenun serat daun nanas, saat ini mampu meraup keuntungkan jutaan rupiah, serta mampu melibatkan warga sekitar untuk memperkuat ekonomi keluarga sekaligus melestarikan nilai budaya, melalui produk-produk asli kota nanas yakni Kota Prabumulih.

Produk jadi, hasil tenun serat nanas Riady juga ikut di promosikan oleh Pertamina HRZ4 diberbagai event Nasional, dan bahkan Internasional.

Tonton videonya : 

  • Bagikan