PRABUMULIH,TOPIKBERITA.CO – Kecelakaan tragis kembali terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu. Seorang wanita paruh baya bernama Mutia (52), warga Jalan Bangau, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur, mengalami insiden saat hendak menyeberang rel pada Rabu (25/6/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa nahas itu berlangsung di titik KM 323+78 Jalur 1 yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Prabumulih I, Kecamatan Prabumulih Barat. Saat korban melintas hendak menuju rumah keluarganya, dari arah Palembang melaju kereta Babaranjang dengan kecepatan tinggi, dengan nomor perjalanan 3889 menuju Sukacinta.
Tanpa disadari, kereta sudah sangat dekat. Mutia tak sempat menghindar dan akhirnya tersenggol kereta tersebut. Kecelakaan ini disaksikan langsung oleh petugas keamanan PT KAI, Hendi Dayusman, serta seorang warga setempat, Febri Yanto. Kereta saat itu dikemudikan oleh Masinis Maspriono dengan Asisten Masinis Bayu Anggara.
Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih untuk mendapat penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Mutia mengalami luka lecet pada pelipis kiri, lutut kanan, serta siku tangan kiri, dan juga patah pada gigi depan bagian atas.
Hingga berita ini diturunkan, Mutia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana, SH, SIK, MSi menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa perlintasan tanpa palang pintu masih menjadi titik rawan yang sering memicu kecelakaan di wilayah Prabumulih.
“Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada saat melintas di jalur kereta, khususnya di perlintasan tanpa palang pintu. Pastikan keadaan benar-benar aman sebelum menyeberang, dengarkan sinyal atau suara peringatan yang ada,” tegasnya.
Pihak kepolisian bersama PT KAI disebut akan terus mengevaluasi keselamatan di titik-titik rawan guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.




