PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Sosok dr. YFC Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan di RSUD Kota Prabumulih, kembali jadi sorotan publik.
Pasalnya, ia dikabarkan sudah berbulan-bulan tidak pernah terlihat lagi masuk kantor, sejak kasus utang rumah sakit senilai Rp.18 miliar mencuat ke publik.
Informasi yang dihimpun dari lingkungan RSUD menyebutkan bahwa dr. YFC absen dari tugas, peralatan kerja dan komputer yang biasa digunakan di ruang kerjanya pun disebut-sebut telah dibawa pergi olehnya.
Kondisi ini pun menuai perhatian dari pimpinan RSUD. Direktur RSUD Kota Prabumulih, drg. Sriwidiastuti, saat dikonfirmasi membenarkan ketidakhadiran dr. YFC dalam waktu lama. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi ke Inspektorat Daerah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Sudah kami laporkan secara tertulis ke Inspektorat” ungkap Sriwidiastuti, Kamis (4/7/2025).
Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kota Prabumulih, Indra Bangsawan, juga membenarkan adanya laporan tersebut.
Pihaknya, kata Indra, telah memberikan arahan kepada Direktur RSUD Prabumulih untuk membentuk tim khusus bersama BKPSDM dalam menangani persoalan ASN yang mangkir dari tugas tersebut.
“Benar, kami sudah menerima laporan dari RSUD, dan sudah kami tindaklanjuti coba langsung konfirmasi kesana (RSUD dan Kaban BKPSDM)” sebut Indra.
Kasus ini menambah catatan panjang persoalan di internal RSUD Prabumulih, yang belakangan tengah disorot akibat menumpuknya utang kepada penyedia obat-obatan hingga miliaran rupiah.




