PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Berawal dari pelatihan yang digelar oleh Pertamina Field Ogan Komering Ilir Timur (OKRT), dibawah naungan PT Pertamina Hulu Rokan Zona (PHZ) 4, Didik (48) warga Desa Makartitama Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan berhasil membudidayakan Maggot.
Ayah dari tiga orang anak ini, mengaku sempat memungut sampah sayuran dan makanan dari hajatan, yang ia bawa untuk diolah sebagai media penetasan maggot.
Mungkin dikira pemulung, Didik, selalu mengais bekas sampah makanan ditempat hajatan dan bahkan dipasar. Bagaimana tidak, sampah yang dikerumunin lalat sudah pasti kotor.
“Saya lihat banyak sampah dihajatan dan dipasar, itu saya ambil, Alhamdulillah respon mereka baik” tutur Didik.
Ya jelas, sampah makanan yang kotor tidak mungkin diolah kembali pemilik hajatan dan bahkan mereka pun berterima kasih, sampah yang tak berguna dibenaknya tak ada nilai ekonomi.

Namun, beda halnya jika berada ditangan seorang ayah tiga anak dan dua cucu ini. Pungut sampah dari hajatan hingga pasar, tak malu ia lakukan.
Dan kini, beliau seperti memiliki langganan tetap. Setiap usai jualan sayuran dipasar, para pedagang sudah mengumpulkan sampah bekas jualan sayuran mereka untuk manggot Didik.
Sejak dikenalkan oleh Pertamina OKRT tahun 2022 silam, Didik kini berhasil membudidayakan Maggot atau belatung yang kini menjadi nilai tambah ekonomis.
Maggot Sangrai mungkin menjadi salah satu produk andalan Kelompok Tani “Kompas Lestari” yang berasal dari Desa Makartitama ini. Omset penjualan setiap bulannya 200 ribu – 300 ribu sebulan.
“kita itu panen 15 hari, setiap panen biasa 20 kg hingga 30 kg” lanjut Didik.
Kelompok Tani ini mampu membuat tiga produk yakni pupuk cair organik, maggot sangrai dan pelet maggot.
Lalat BSF yang tidak menularkan bakteri, penyakit ataupun penyakit kepada manusia menjadi alasan Didik untuk memilih budidaya maggot
“Saya sempat ikuti acara, Mentornya bilang kalau lalat ini tidak menyebarkan penyakit” jelas Didik.
Pria yang berasal dari Desa Tegal Gubuk, Kecamatan Susukan, Jawa Barat itu kini berhasil meraup keuntungan 300 ribu setiap bulannya. Tak mematahkan semangat, Didik kini terus berusaha memfokuskan produksi maggot yang ia dapat cara budidaya dari Pertamina Field OKRT.
“Kedepan nanti Pertamina bisa memperluas usahanya, biar produksi kita banyak dan omset bertambah” harap Didik




