Rumah Sakit Bunda Dapat Sanksi, Kasus Pelayanan Bayi Almira Berakhir Damai

  • Bagikan
Foto : Bapak Kasnadi dan Direktur RA BUnda Prabumulih dr.Harry didampingi Kadinkes Djoko Listyano meediasi kedua pihak

PRABUMULIH,TOPIKBERITA.co  – Proses mediasi terkait meninggalnya pasien anak bernama Almira yang sempat dirawat di Rumah Sakit Bunda Prabumulih resmi menemukan titik penyelesaian. Pertemuan yang digelar sore ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, serta dihadiri Direktur Rumah Sakit Bunda Prabumulih, dr. Harry, bersama pihak keluarga almarhum.

Dalam penyampaiannya, Djoko menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan telah melakukan audit medis terkait pelayanan yang diberikan kepada Almira selama masa perawatan. Rabu, 3 November 2025.

“Secara umum pelayanan medis di rumah sakit sudah dilakukan sesuai prosedur dan dengan upaya maksimal,” ungkap Djoko Kadinkes Prabumulih.

Namun, dari hasil audit ditemukan adanya kekurangan dalam hal komunikasi serta edukasi kepada keluarga pasien.

“Catatan kami adalah kurangnya edukasi yang diberikan perawat kepada keluarga pasien. Karena itu, kami memberikan teguran dan sanksi pembinaan. Mekanisme sanksi kami serahkan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk ditindaklanjuti,” tegas Djoko.

Ia juga memastikan bahwa pihak keluarga kini sudah memahami secara utuh hasil audit medis, penyebab meninggalnya Almira, serta proses penanganannya.

“Alhamdulillah pihak keluarga menerima penjelasan dengan baik, dan hari ini telah dicapai kesepakatan damai antara keluarga dan pihak rumah sakit,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Rumah Sakit Bunda Prabumulih berkomitmen memberikan dukungan, termasuk pendampingan program kehamilan bagi ibu Almira dan santunan sebagaimana kesepakatan bersama.

Foto : Proses mediasi terkait meninggalnya pasien anak bernama Almira yang sempat dirawat di Rumah Sakit Bunda Prabumulih resmi menemukan titik penyelesaian.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Bunda Prabumulih, dr. Harry, menyampaikan apresiasi atas proses mediasi yang berjalan dengan baik.

“Apa yang disampaikan oleh Ibu Sumarni dan Bapak Kasnadi ini adalah masukan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hasil mediasi ini bukan akhir, tetapi menjadi titik evaluasi penting bagi pihak rumah sakit.

“Dan dari hasil ini, kami sudah sepakat untuk tetap bersama-sama, berdamai, dan kami menjadikan, walaupun Ibu Sumarni kehilangan satu keluarga, tetapi beliau mendapatkan banyak dukungan,” ucapnya.

Pertemuan tersebut berlangsung kondusif, dan kedua belah pihak menyatakan menerima hasil mediasi tanpa melanjutkan proses hukum.

  • Bagikan