PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO — Salah satu SPBU di Kota Prabumulih kembali menjadi sorotan warga setelah keluhan terkait pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ramai diperbincangkan di media sosial. Keluhan tersebut viral di Facebook setelah akun bernama Leni Marlina mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang ia terima saat mengisi BBM di SPBU tersebut.
Dalam unggahannya, Leni Marlina menilai petugas SPBU tidak menjalankan prosedur pengisian BBM sebagaimana mestinya. Ia menyebutkan, saat itu dirinya sedang mengantre di posisi kedua untuk mengisi bensin pada sepeda motornya.
Menurut keterangan yang ditulisnya di media sosial, petugas SPBU langsung mengisi BBM tanpa lebih dulu menstandarkan atau mengatur ulang angka pada mesin pompa ke posisi nol.
“Pada saat antri aku barisan ke-2. Seharusnyo selang pompa distandarke dulu ke mesin lalu tekan angka jumlah minyak yang kito beli. Itu tidak samo sekali distandarke. Mesin langsung diisike ke motor aku,” tulis Leni Marlina dalam unggahan yang kemudian ramai mendapat tanggapan dari warganet.
Ia juga menjelaskan bahwa seharusnya mesin pompa dikembalikan ke angka nol terlebih dahulu sebelum menentukan jumlah BBM yang akan dibeli oleh konsumen.
“Seharusnyo balek ke nol lagi. Dipom mano bae kalo beli minyak, selang distandarke nol lagi baru pencet nomor berapo kito beli, itu namonyo baru benar. Itula yang ditanyo beli minyak apo angin. Minyaknyo dak masuk,” lanjutnya.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai komentar dari pengguna Facebook lainnya yang turut menyoroti pelayanan di SPBU tersebut.
Sementara itu, pihak SPBU memberikan klarifikasi terkait video dan keluhan yang viral tersebut. Humas SPBU, Zaini, menyebut kejadian komplain dari seorang konsumen memang terjadi saat proses pengisian BBM.
“Terkait video viral yang beredar itu memang benar ada kejadian ibu-ibu yang komplain saat mengisi BBM. Namun setelah kami lakukan pengecekan, pengisian tersebut sudah sesuai standar. Bukan diisi angin atau hal lain seperti yang dituduhkan. Petugas juga mengecek kembali menggunakan alat ukur dan hasilnya tetap sesuai standar,” jelas Zaini saat dikonfirmasi.
Zaini menambahkan, setelah menerima komplain dari konsumen, petugas SPBU langsung mengecek ulang takaran BBM menggunakan alat ukur resmi untuk memastikan volume BBM yang keluar dari mesin pompa.
Ia menegaskan hasil pengecekan menunjukkan takaran BBM masih berada dalam batas standar yang berlaku dan tidak ditemukan kekurangan seperti yang dikhawatirkan konsumen.
Meski begitu, pihak SPBU tetap mengapresiasi masukan dari masyarakat sebagai bentuk pengawasan publik terhadap pelayanan di SPBU tersebut.




