PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Subrata Maulana akhirnya tiba di Kota Prabumulih setelah dipulangkan dari wilayah Morowali, Sulawesi Tengah. Ia tiba sekitar pukul 14.00 WIB setelah sebelumnya dijemput oleh pihak Dinas Ketenagakerjaan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Setibanya di Kota Prabumulih, Subrata disambut langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Prabumulih, Sanjay Yunus.
Kepulangan Subrata mendapat perhatian setelah sebelumnya ia mengaku merasa terancam selama berada di Morowali. Ia kemudian meminta bantuan agar dapat kembali ke kampung halamannya di Kota Prabumulih.
Dalam keterangannya setelah tiba di Prabumulih, Subrata menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya Wali Kota Prabumulih H Arlan, Dinas Ketenagakerjaan Sanjay Yunus, serta PT Falcon yang telah membantu memfasilitasi kepulangannya.
Subrata diketahui pernah bekerja di kawasan Morowali pada 2024. Ia menduga persoalan yang dialaminya berkaitan dengan masalah pribadi dengan seorang oknum warga lokal ketika dirinya bekerja di wilayah tersebut.
Subrata mengaku dalam beberapa pekan terakhir sempat merasa terancam oleh salah seorang rekan kerjanya. Namun, ia juga mengakui belum memiliki bukti yang dapat menguatkan dugaan ancaman tersebut.
Perasaan takut tersebut membuat Subrata mengaku melakukan sejumlah tindakan antisipasi. Bahkan, ia menyebut kerap membawa kayu dan besi ketika hendak tidur karena khawatir terhadap keselamatan dirinya.
Meski demikian, Subrata menegaskan bahwa persoalan yang dialaminya merupakan masalah pribadi dan tidak berkaitan dengan pihak perusahaan tempatnya bekerja.

PT Falcon Minta Subrata Lapor Polisi Jika Merasa Terancam
Sementara itu, Komisaris PT Falcon, Fitriyani, meminta Subrata segera melapor kepada pihak kepolisian apabila memang merasa mendapatkan ancaman selama berada di Morowali.
Menurut Fitriyani, laporan kepada aparat penegak hukum penting dilakukan agar dugaan ancaman tersebut dapat ditindaklanjuti dan diklarifikasi berdasarkan fakta serta bukti yang ada.
Fitriyani juga menegaskan bahwa selama berada di Morowali, Subrata tidak pernah mengalami penyekapan maupun pembatasan kebebasan.
Ia menjelaskan, kawasan industri Morowali merupakan salah satu wilayah yang menjadi tempat bekerja bagi puluhan ribu tenaga kerja dari berbagai daerah, termasuk sejumlah warga asal Kota Prabumulih.
Dengan kepulangannya ke Prabumulih, Subrata kini telah kembali berkumpul dengan keluarga. Sementara terkait dugaan ancaman yang sebelumnya disampaikannya, pihak terkait diharapkan dapat melakukan klarifikasi melalui mekanisme hukum apabila terdapat laporan dan bukti yang mendukung.




