PRABUMULIH,TOPIKBERITA.CO – Peristiwa keracunan puluhan peserta pelatihan Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Prabumulih yang digelar di Hotel Gran Nikita beberapa waktu lalu, telah dilakukan investigasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih.
Pihak Dinkes juga telah mengunjungi para korban di rumah sakit Fadhilah, untuk mengkonfirmasi kronologi kejadian yang menyebabkan sedikitnya 11 orang mengalami mual dan muntah, serta 9 orang dirawat mandiri dan 2 orang dirawat dirumah sakit.
Kali ini, giliran Badan Pengawasan Makanan dan Minuman (BPOM) Palembang melakukan investigasi terkait hal tersebut. Dari pantauan media ini, terlihat rombongan BPOM sedang menggelar rapat tertutup yang dipimpin langsung Kepala Balai Nesar POM Palembang Drs.Zulkifli,Apt. diruang Kabid Kesmas Dinkes Kota Prabumulih.
Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Prabumulih, Djoko Listyanu, SKM,M.Si ditemui diruang kerjanya mengatakan telah mengundang Kepala Balai BPOM Wilayah Palembang untuk melakukan pengawasan kepada pihak Hotel, dan menyebut hasil investigasi dari Dinkes Prabumulih menyatakan jika dapur Hotel dinilai kurang layak dan tidak higienis.

Ditempat terpisah, media ini mencoba menelusuri beberapa korban yang dirawat di rumah sakit (RS) untuk dimintai keterangan terkait keracunan yang diduga dari makanan yang disajikan pihak Hotel Gran Nikita Prabumulih, Senin (29/05/2023).
Sebut saja DW, wanita tiga anak warga Kecamatan Prabumulih Barat, yang ditemui di RS Fadhilah pada Jum’at, 26 Mei 2023 lalu mengaku dirinya merasakan mual dan sakit perut hingga mencret (diare). Menurutnya kejadian itu langsung bereaksi usai dirinya memakan nasi dari hotel sekira pukul 20.00 wib.
Tak hanya itu, DW mengaku jika dirinya berobat secara mandiri dengan jaminan asuransi BPJS kelas III dari Pemerintah (KIS) dan tidak ditanggung boleh pihak Hotel Gran Nikita.
Media ini juga mencoba mengkonfirmasi salah satu petugas di rumah sakit untuk memastikan informasi yang didapat dari korban. Dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) Humas RS Fadilah membenarkan jika pengobatan korban keracunan ditanggung oleh BPJS.
“Iyo, BPJS, Kalau Korban yang sikoknyo masuk dak ngomong ngeluh keracunan” balasanya




