MUARA ENIM, topikberita.co – Sebanyak 500 masa dari warga Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim telah meluapkan kekesalannya terhadap PT.BGP Indonesia terkait ganti kerugian rumah retak usai eksplorasi minyak (Seismik 3D) tak sesuai yang diharapkan.
Ratusan masa sempat merusak pagar Stasiun Pengumpul Minyak (SP) Gunung Kemala yang berada di dusun III Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku (EPD). Kamis (21/4/22).
Sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas kepolisian Polsek Rambang Dangku saat pengamanan dilapangan. Namun banyaknya masa tak bisa membendung dorongan masa ingin masuk kewilayah Objek Vital Pertamina itu.
Kuano salah satu perwakilan aksi warga Desa Gunung Raja dikonfirmasi membenarkan aksi masa sempat ricuh dan saling dorong serta merobohkan pagar besi milik Pertamina sebagai bentuk ke kecewaan masyarakat atas kecurangan PT.BGP.
“Rumah saya sudah ditawar 11 jutaan untuk perbaikan rumah retak, namun setelah pembayaran hanya dibayarkan 2 juta” jelas Kuano menceritakan kekesalannya kepada media ini.
Dirinya juga meminta kepada perusahaan terkait berkomitmen pada perjanjian yang sudah disepakati.
“Di desa kami ada sekitar 500 KK lebih yang belum menerima kompensasi rumah retak karena tidak sesuai, kami menuntut untuk segera dibayar sesuai kesepakatan serta bagi warga yang belum deal harus di negosiasi ulang” lanjut Kuano.
Menurut informasi yang didapat besok pihak pertamina akan melakukan negosiasi di kantor Kades Gunung Raja dan meminta warga untuk tidak melanjutkan aksi.
“Tadi dapat kabar pihak Pertamina mau ke Desa Gunung Raja dan minta tunda aksi, tapi kami juga minta GM Pertamina HRZ 4 yang hadir dan bisa memberi keputusan” tutupnya.
Sementara itu, Nawang Humas BGP Indonesia hingga terbit berita ini belum bisa memberikan tanggapan terkait kisruh aksi masa menuntut keadilan ganti kerugian dampak seismik.




