MUARA ENIM, topikberita.co – Ratusan masa aksi di Stasiun Pengumpul (SP) minyak Gunung Kemala di Desa Gunung Raja (Gura) Kecamatan Empat Petulai Dangku (EPD) Kabupaten Muara Enim ricuh, warga setempat protes kepada PT.BGP Indonesia menuntut ganti kerugian rumah retak yang tak sesuai, Kamis (21/4/2022).
Masa mulai beringas ketika penjagaan didepan pintu masuk dijaga ketat oleh TNI dan pihak kepolisian yang dibantu keamanan Security setempat.
Kerumunan masa mulai meringsek masuk dengan merobohkan pagar besi SP Gunung Kemala dan masuk sembari berorasi didalam halaman Stasiun hingga sore hari.
Tak puas dengan orasi di halaman kantor SP 3 Gunung Kemala ratusan masa terlihat merusak pagar besi disepanjang kantor SP 3 secara beramai-ramai.

Sementara Nawang Humas PT.BGP Indonesia usai ditengahi oleh Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto mengatakan hasil komunikasi dengan pihak tertinggi pemegang keputusan di BGP tidak bisa memenuhi tuntutan warga Desa Gunung Raja, Rabu (20/4)
“Mohon maaf karena ada permasalahan terdahulu sehingga anggaran saat ini untuk rumah retak dialokasikan ke permasalahan lubang bor sehingga perusahaan tidak sanggup memenuhi tuntutan warga saat ini” jelas Nawang dihadapan warga Gura yang didampingi Kapolres Prabumulih dikantor Polsek Rambang Dangku.
Beliau mengatakan 100 ribu pun, 50 ribu pun bahkan 25 ribu pun tidak sanggup, hitam dan putih akan tetap saya katakan kepada masyarakat Gura” lanjut Nawang.
Untuk informasi masyarakat menggelar aksi hari pertama hingga pukul 23.00 wib malam di Polsek Rambang Dangku dan warga tetap mengingatkan kepada Pertamina bahwa mereka akan tetap aksi dan menutup seluruh kegiatan SP 3 Gunung Kemala.
Dari pantauan media ini juga terlihat masa dari Gura masih tetap aksi dan berjaga-jaga dan membubarkan diri sekitar pukul 17.00 wib yang akan dilanjutkan esok hari.
Simak video warga Gunung Raja robohkan pagar milik Pertamina.




