Diduga Bocor, Setahun Dibangun Kolam Penampung Air PDAM Tak Digunakan

  • Bagikan
Foto : Iqbal / kolam penampung air PDAM yang tak digunakan usai pembangunanya rampung, rabu (24/8).

MUSI BANYUASIN, TOPIK BERITA.CO – Bangunan water pon building (bak atau penampung air) yang di bangun pada tahun 2021 di desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya kini tidak di gunakan oleh PDAM untuk menampung debit air dikarenakan bangunan kolam mengalami kebocoran, rabu (24/8).

PDAM di Kecamatan Tungkal Jaya ini menyalurkan ke 4 desa yang penduduknya sekitar 6000 orang yang menerima air bersih, baru sekitar satu tahun yang lalu di bangun dengan memakan anggaran APBD Pemkab Muba yang fantastis berkisaran dengan angka 2,9 miliar.

Bangunan tersebut dari pantauan media ini kurangnya kualitas bangunan yang diduga dibangun dengan asal jadi.

Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Apri Efendi meminta pihak pemerintah mengusut proyek pengerjaan kolam penampung air PDAM yang hingga kini tidak digunakan padahal menurutnya telah memakan biaya yang cukup besar

“Kita minta pihak terkait periksa dan selidiki bangunan ini kenapa hingga saat ini tidak difungsikan” jelasnya kepada wartawan

Ditemapat terpisah, Abdul Karim kepala cabang (Kacab) PDAM di Kecamatan Tungkal Jaya dikonfirmasi belum lama ini menuturkan di bangunnya kolam penampungan air baku ini untuk mengantisipasi berkurangnya debit air pada musim kemarau namun oleh karena terjadi kebocoran pada kolam sehingga tidak bisa digunakan.

“Memang benar sejak di bangun kolam penampungan air ini sampai sekarang tidak digunakan” ucap Abdul Karim kepada media ini

Dari pantauan media ini bangunan tersebut tampak sia-sia dan telah menelan dana yang cukup besar namun pembangunannya hingga kini tidak di fungsikan.

Sementara itu, Warjak warga sekitar yang bertempat tinggal dekat dengan kolam meminta kepada pihak yang terkait segera fungsikan bangunan tersebut.

“Kalau bisa bangunan ini segera difungsikan jadi kami bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan sehari-hari” harapnya.

Penulis: IqbalEditor: Taufik Jaya
  • Bagikan