Empat Hari Sejak Kejadian, Sumur Gas Tua Masih Belum Terkendali

  • Bagikan
Foto : Warga Payuputat yang berjaga dikebun miliknya yang tak jauh dari lokasi gas bocor.

PRABUMULIH, TOPIKBERITA.CO – Sejak kejadian tanggal 12 Maret 2024 bocornya sumur gas tua milik Pertamina Adera Field, nyaris 4 hari belum bisa teratasi.

Warga dua desa yakni Payuputat dan Curup yang terkena dampak langsung mengaku sempat mengalami kabut asap gas pada malam hari. Sabtu, 16 Maret 2024.

“Didusun gas galo, sesak nafas warga sudah mulai resah” sebut warga dalam video yang didapat media ini.

Dari informasi yang diberikan warga, sudah empat hari gas bocor hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan hilang.

Sementara itu, Tisar Kepala Desa Curup, dikonfirmasi terkait gas bocor milik Pertamina Adera Field dan kondisi warga, tidak banyak merespon dirinya mengaku sedang sibuk dilapangan.

“Mohon maaf pak sekarang kita lagi sibuk dilapangan” balas Kades.

Demi keselamatan warga, Dianto warga Kelurahan Payuputat hingga kini masih belum diperbolehkan untuk beraktivitas dikebun karet miliknya untuk menyadap.

“Dak boleh dekat dengan gas, kalau mau nyadap sesak nafas, soalnya angin gas itu arahnya ke kebun kita” tutur Dianto.

Menurut warga sekitar, beberapa kebun karet sudah didata pemerintah setempat untuk diberikan ke pihak perusahaan.

“Ada sekitar 13 orang sudah didata itu rombongan kami” lanjut Dianto.

Sebelumnya pihak Pertamina melalui Realese berita yang diterima media ini menyebut, pihak Pertamina Adera Field telah melakukan penanganan kebocoran sumur tua yang tidak aktif RJA-54.

Dengan memandang Police Line disejumlah titik dan memberikan jarak aman bagi warga, serta telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

  • Bagikan