PALEMBANG, TOPIBERITA.CO – Masyarakat Prabumulih Anti Korupsi menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, kemarin. Aksi tersebut menuntut adanya keadilan serta transparansi dalam penanganan dugaan kasus korupsi di tubuh PMI Kota Prabumulih.
Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Lapangan Mukri dan Koordinator Aksi Dedi. Para demonstran diterima langsung oleh Vani dari Kasipenkum Kejati Sumsel, yang menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti serta berkoordinasi dengan Kejari Prabumulih.
Adapun tuntutan yang disuarakan antara lain:
- Pembentukan Tim Investigasi – Mendesak Kejati segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan korupsi di PMI Prabumulih.
- Pengusutan Tuntas Kasus – Meminta Kejati mengusut tuntas indikasi korupsi di PMI serta mengungkap siapa saja pihak yang terlibat.
- Pemanggilan dan Pemeriksaan – Mendesak agar Kejati segera memanggil dan memeriksa Ketua maupun anggota PMI yang diduga terlibat.
- Penangkapan dan Pengadilan – Menuntut agar para koruptor segera ditangkap, diadili tanpa pandang bulu, serta dipastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.
- Transparansi Proses Hukum – Meminta Kejati terbuka dalam pengusutan perkara agar masyarakat bisa memantau perkembangan kasus.
“Kami mendesak agar Kajati memanggil dan memeriksa para pihak yang diduga terlibat. Jangan ada yang kebal hukum,” tegas Mukri.
Sementara itu, Dedi menambahkan, “Kejati Sumsel harus segera menangkap dan mengadili para koruptor tanpa pandang bulu, serta memastikan proses hukum yang adil dan transparan.”
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Prabumulih Aji Martha membenarkan adanya aksi demonstrasi di Kejati Sumsel. Ia menyebut pihaknya masih menunggu jadwal ekspose dari Kejati Sumsel.
“Tim penyidik Pidsus Kejari Prabumulih masih menunggu jadwal ekspose bersama Kejati Sumsel,” jelas Aji.
Sejak beberapa minggu terakhir, media ini mencoba mengonfirmasi perkembangan kasus ke Kejati Sumsel maupun Kejari Prabumulih. Namun, jawaban yang diperoleh masih sama, menunggu proses ekspose.
Hingga kini, publik masih menanti kepastian hukum terkait kasus dugaan korupsi tersebut, yang telah mencuat sejak beberapa bulan lalu namun belum juga menunjukkan titik terang.




